Gempa Susulan di Ternate dan Respons Bantuan
TERNATE – Getarannya masih terasa. Gempa susulan kembali mengguncang Batang Dua, Ternate, mengingatkan semua orang pada trauma yang belum benar-benar sirna. Kehidupan warga, terutama di pesisir, masih jauh dari kata normal. Bagi mereka yang hidup dari usaha kecil dan kerja serabutan, situasi ini benar-benar menguji ketahanan. Berdagang? Susah. Mencari nafkah? Tambah berat. Yang ada di pikiran cuma satu: memenuhi kebutuhan hari ini.
Di tengah tekanan itu, bantuan logistik mulai mengalir. DPD Partai Perindo Kota Ternate termasuk yang bergerak cepat. Mereka menyalurkan puluhan karton air minum dan ratusan dus mie instan ke lokasi. Bantuan sederhana, tapi untuk warga yang masih was-was dengan gempa berikutnya, ini sangat berarti.
“Kami menyerahkan bantuan 105 karton air minum dan 50 dus mie instan, sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak,”
kata Ketua DPD Partai Perindo setempat, Bilhan Gamaliel, Jumat lalu.
Memang, sejak gempa besar berkekuatan M 7,6 awal bulan ini, wilayah ini belum benar-benar tenang. Data BMKG mencatat, sudah lebih dari seribu kali gempa susulan terjadi. Bayangkan, lebih dari seribu goncangan dalam hitungan hari. Wajar saja jika rasa cemas masih menghantui. Aktivitas sosial dan ekonomi pun ikut mandek.
Nah, menurut Bilhan, bantuan seperti ini bukan cuma soal fisik. Dukungan moral juga penting. Dia berharap warga diberi kekuatan dan ketabahan untuk melalui masa sulit ini.
“Harapan utama bagi korban bencana gempa bumi adalah tetap diberikan perlindungan, kekuatan dan ketabahan untuk melewati kondisi yang ada, serta pemulihan kehidupan yang lebih baik,”
tuturnya.
Sebagai anggota DPRD, dia mendorong penanganan pascabencana diperkuat. Proses pemulihan harus lebih cepat dan terarah. “Doa untuk keselamatan, penanganan pascabencana dan bantuan kebutuhan pokok sangat diharapkan,” ujarnya. Intinya, dia ingin masyarakat bisa bangkit, baik secara fisik maupun psikologis.
Pada akhirnya, upaya distribusi bantuan ini adalah langkah kecil untuk menopang kehidupan. Di tengah tekanan bencana, hal-hal dasar seperti air dan makanan bisa menjaga semangat warga agar tetap bertahan. Ke depan, bantuan yang berkesinambungan dan pemulihan yang cepat diharapkan bisa mengembalikan denyut ekonomi penopang utama kehidupan sehari-hari mereka di pesisir.
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya Buka Layanan Perpanjangan SIM Keliling di Lima Titik Jakarta, Jumat 29 Mei 2026
Jemaah Umrah Rugi Rp78 Juta, Laporkan Hanania Travel ke Polda Metro Jaya
Balita Tewas Ditusuk Belasan Kali di Bekasi, Pelaku Diduga Paman dengan Gangguan Jiwa
Tim SAR Gabungan Akhirnya Temukan Nelayan yang Hanyut di Sungai Batang Toru dalam Kondisi Meninggal