Namun begitu, aksi malam itu tidak berjalan mulus. Setelah ketahuan, DP dibawa ke pos sekuriti rest area. Di sinilah drama kecil terjadi. Pelaku sempat melawan dan berusaha kabur.
"Dilakban tangannya, ada selah kaca, kepalanya dijedotin. Lompat kabur, jatuh ke selokan," terang Ahmad Jajuli menggambarkan kejadian itu.
Usahanya sia-sia. DP berhasil ditangkap kembali tak lama setelah terjun ke selokan dan akhirnya dibawa ke kantor polisi untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi kini masih mendalami asal-usul puluhan barcode dan pelat palsu yang digunakan, sekaligus memburu sang dalang, yaitu atasan DP yang memberi perintah.
Sementara itu, barang bukti telah diamankan. Selain sabu dan peralatan hisap, ada mobil Fortuner dengan tangki modifikasi yang canggih. "Alatnya colok di tangki, ada pompa otomatis tinggal mencet doang," tambah Ahmad, menggambarkan betapa operasi ini sudah dipersiapkan dengan rapi.
Kasus ini kembali menyoroti praktik penyalahgunaan solar subsidi yang merugikan negara dan masyarakat. Sebuah modus klasik, tapi dilakukan dengan cara yang semakin berani dan terorganisir.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata AS-Iran Goyah, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
Waterboom Grand Mall Maros Tawarkan Wahana Air Terjangkau di Dekat Makassar
Proyek Perbaikan Jalan Aroepala Makassar Picu Kemacetan, Diklaim Bukan Sekadar Tambal Sulam
Harga Emas Antam Anjlok Rp50.000 per Gram pada Perdagangan Kamis