Pidatonya juga menyentuh peran militer AS dalam berbagai konflik global. Dari Afghanistan yang kelam, konflik Israel-Hamas yang rumit, hingga perang di Ukraina melawan Rusia. Hegseth menyiratkan betapa beratnya pengorbanan di masa lalu, terutama pada era sebelum pemerintahan Trump, dengan banyaknya prajurit yang gugur.
Tapi sekarang, semuanya berbeda. Itu pesannya.
"Namun, sekarang tidak akan ada lagi musuh yang berani meragukan kekuatan prajurit kami,"
Demikian dia menutup pidatonya. Sebuah pernyataan penuh keyakinan yang sekaligus meninggalkan banyak pertanyaan tentang detail operasi yang diklaimnya itu, dan konsekuensinya ke depannya.
Artikel Terkait
Kejari Barru Resmikan Mess Pegawai 16 Kamar, Dukung Program Zero Indekos
Barcelona Tumbang 0-2 dari Atletico Madrid di Leg Pertama Perempat Final
Imigrasi Ngurah Rai Deportasi Pimpinan Sindikat Pencucian Uang yang Masuk Daftar Interpol
Polisi Ungkap Motif Judi Online di Balik Pembunuhan dan Mutilasi Ibu Kandung di Lahat