Pidatonya juga menyentuh peran militer AS dalam berbagai konflik global. Dari Afghanistan yang kelam, konflik Israel-Hamas yang rumit, hingga perang di Ukraina melawan Rusia. Hegseth menyiratkan betapa beratnya pengorbanan di masa lalu, terutama pada era sebelum pemerintahan Trump, dengan banyaknya prajurit yang gugur.
Tapi sekarang, semuanya berbeda. Itu pesannya.
"Namun, sekarang tidak akan ada lagi musuh yang berani meragukan kekuatan prajurit kami,"
Demikian dia menutup pidatonya. Sebuah pernyataan penuh keyakinan yang sekaligus meninggalkan banyak pertanyaan tentang detail operasi yang diklaimnya itu, dan konsekuensinya ke depannya.
Artikel Terkait
Menara Haji Indonesia di Makkah Ditargetkan Beroperasi pada 2028
Depok Bergerak: Pelebaran Jalan dan Rekayasa Lalu Lintas untuk Atasi Macet Kronis Sawangan
Otak Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto Segera Hadapi Sidang
Tenda Pengungsian di Gaza Diserang Drone, Lima Anak di Antaranya Tewas