Setelah hampir satu dekade, akhirnya ada kabar baik dari sektor migas. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan bahwa realisasi lifting minyak pada 2025 berhasil menyentuh target yang ditetapkan dalam APBN. Namun, di sisi lain, cerita untuk lifting gas bumi tak semanis itu targetnya justru meleset.
Untuk minyak, angka yang dicapai memang sedikit di atas target. Realisasinya menyentuh 605.300 barel per hari, atau sekitar 100,05 persen dari target APBN sebesar 605 ribu BOPD.
“Target kita di APBN, lifting itu 605 ribu barrel per day, dan alhamdulillah target kita hari ini mencapai 605,3 atau sama dengan 100,05 persen,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Kamis (8/1).
“Jadi target lifting kita alhamdulillah mencapai target bahkan melampaui, sekalipun ini sedikit,” tambahnya.
Pencapaian ini cukup signifikan. Menurut penjelasan Bahlil, realisasi lifting minyak terakhir kali sesuai target terjadi pada 2015 dan 2016. Sebelumnya, capaian serupa terjadi di tahun 2008, didorong oleh peresmian Lapangan Banyuurip. Artinya, butuh waktu sembilan tahun untuk kembali ke titik ini.
Sayangnya, angin tak selalu berhembus searah. Untuk gas bumi, realisasinya tak sesuai harapan. Hanya tercapai 951,8 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD), sementara target APBN berada di angka 1.005 MBOEPD.
Artikel Terkait
OWK PACK Picu Saham Melonjak, Sentuh ARA Keenam Hari Berturut-turut
Astra Lanjutkan Bantuan Tahap Kedua untuk Korban Banjir Bandang Sumatra
OJK Pastikan Stabilitas Sektor Keuangan Nasional Bertahan Hingga 2025
Durian Beku Indonesia Resmi Pecah Pasar China