Menara Haji Indonesia di Makkah Ditargetkan Beroperasi pada 2028

- Jumat, 09 Januari 2026 | 05:00 WIB
Menara Haji Indonesia di Makkah Ditargetkan Beroperasi pada 2028

Jakarta punya target terkait pembangunan kompleks haji di Makkah. Pemerintah berharap proyek besar ini bisa berjalan sesuai rencana. Menteri Haji dan Umrah, Mohammad Irfan Yusuf, tampak optimis. Ia menyebut, sebagian menara di kompleks itu mungkin sudah bisa dipakai jamaah pada musim haji 2028.

"Harapannya, pada 2028 sebagian tower sudah bisa difungsikan," ujar Irfan di Jakarta, Kamis kemarin.

Pernyataan itu disampaikannya kepada media, termasuk Antara. Memang, proyek yang dikenal sebagai Kampung Haji Indonesia ini tak akan selesai dalam waktu singkat. Butuh lebih dari setahun, katanya. Namun begitu, target 2028 untuk beberapa fasilitas utama dinilai cukup realistis.

Soal pengelolaan, proyek ini sepenuhnya ada di tangan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara. Mereka yang urus anggarannya. Nantinya, Kementerian Haji dan Umrah akan bertindak sebagai pengguna fasilitas yang dibangun.

Dan menurut Irfan, urusan dana bukan masalah serius. Danantara dinilai punya kemampuan finansial yang mumpuni. Ditambah lagi, pemerintah Arab Saudi juga memberikan dukungan penuh buat pembangunan kompleks ini.

Di sisi lain, perkembangan di lapangan sudah mulai terlihat. Danantara melaporkan, pengembangan awal Kompleks Haji dilakukan di Kawasan Thakher, Makkah. Kawasan ini sudah beroperasi, lho. Salah satu fasilitas yang sudah berdiri adalah Novotel Thakher Makkah.

Hotel itu punya sekitar 1.461 kamar yang tersebar di tiga menara. Luas lahannya mencapai 4,4 hektare. Lokasinya strategis, cuma sekitar dua sampai tiga kilometer dari Masjidil Haram. Ke depannya, sebagian besar lahan di Thakher ini masih akan dikembangkan lagi. Rencananya, akan ada fasilitas komersial dan pusat ritel.

Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, memberi gambaran lebih detail. Pengembangan kawasan ini akan dilakukan setahap demi setahap. Target akhirnya, kapasitas kamar bisa mencapai sekitar 6.000 unit.

Dengan sebanyak itu kamar, kompleks ini diproyeksikan bisa menampung sampai 22.000 jamaah. Angka itu setara dengan 10 persen dari total jamaah haji Indonesia setiap tahunnya. Cukup signifikan.

Fokusnya jelas: menciptakan akomodasi terintegrasi. Tak cuma tempat menginap, tapi juga dilengkapi berbagai layanan penunjang. Mulai dari ritel, logistik, sampai ekosistem layanan haji lainnya. Tujuannya satu, meningkatkan kualitas pelayanan bagi jamaah Indonesia di Tanah Suci. Semoga saja semua berjalan lancar.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar