Lagi-lagi, serangan menghantam tempat yang seharusnya aman. Sembilan nyawa melayang di Gaza dalam serangan terbaru Israel, dan yang membuat pilu, lima di antaranya adalah anak-anak.
Suasana di selatan Gaza kacau balau. Menurut Mahmud Bassal, juru bicara Badan Pertahanan Sipil setempat, sebuah drone menghantam tenda pengungsian. "Empat orang, termasuk tiga anak, tewas ketika sebuah drone menghantam tenda yang menampung pengungsi di Gaza selatan," ujarnya kepada AFP, Kamis lalu.
Dia melanjutkan dengan nada berat.
"Di utara Jalur Gaza, seorang gadis berusia 11 tahun tewas di dekat kamp pengungsi Jabalia. Lalu, serangan terhadap sebuah sekolah menewaskan satu orang. Tak jauh dari situ, di dekat Khan Yunis, seorang pria jadi korban serangan drone lainnya."
Belum berhenti di situ. Serangan terpisah disebut merenggut dua warga Gaza lagi, dan lagi-lagi, seorang anak menjadi korbannya.
Di sisi lain, militer Israel menyatakan mereka sedang memeriksa kebenaran laporan-laporan ini. Belum ada tanggapan lebih lanjut.
Kalau kita lihat catatan yang ada, angka korbannya terus membengkak. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sejak gencatan senjata pada 10 Oktober 2025 lalu, sedikitnya 425 warga Palestina di Gaza telah tewas akibat serangan Israel. Situasinya memang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Artikel Terkait
Polisi Bekuk Komplotan Pembegal Truk di Maros, Target Empat Lokasi
Timnas Putri Indonesia Umumkan 25 Pemain untuk Garuda Champion Series 2026, Diperkuat Diaspora
Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard, Menteri Fadli Zon Ungkap Kedekatan Keduanya Sejak Taruna
Adhisty Zara Resmi Menikah dengan Musisi Tsaqib, Umumkan Kehamilan Anak Pertama