Densus 88 Gagalkan Rencana Teror DPR & Ungkap Tren Rekrutmen Anak

- Selasa, 18 November 2025 | 16:10 WIB
Densus 88 Gagalkan Rencana Teror DPR & Ungkap Tren Rekrutmen Anak
Densus 88 Antiteror Ungkap Rencana Teror di DPR RI dan Tren Rekrutmen Anak - Info Keamanan Nasional

Densus 88 Antiteror Ungkap Rencana Teror di DPR RI dan Tren Rekrutmen Anak

Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri berhasil menggagalkan sebuah rencana aksi terorisme yang menargetkan Gedung DPR RI di Senayan, Jakarta. Dalam pengungkapan kasus ini, lima tersangka berhasil diamankan. Salah satu fokus utama pengungkapan adalah terungkapnya modus operandi baru berupa perekrutan anak-anak ke dalam jaringan teroris.

Juru Bicara Densus 88 Antiteror, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menegaskan bahwa kelompok teroris kini aktif memanfaatkan ruang digital untuk menjaring anggota baru, termasuk dari kalangan anak-anak. Polri menyatakan komitmennya untuk menindak tegas setiap pelaku yang terlibat dalam kegiatan perekrutan terhadap anak-anak ini.

Strategi yang dijalankan tidak hanya terbatas pada penegakan hukum. Densus 88 juga memperkuat langkah-langkah pencegahan untuk melindungi generasi muda dari paparan paham radikal dan ancaman terorisme di dunia maya. Upaya konkret yang dilakukan antara lain dengan membanjiri internet dengan konten-konten positif yang bersifat edukatif.

Dalam konferensi pers yang digelar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Mayndra menjelaskan bahwa pihaknya secara konsisten bersama instansi terkait lainnya terus mengingatkan pentingnya publikasi konten positif. Selain itu, tim juga aktif melaporkan dan menindaklanjuti setiap konten negatif yang berpotensi menyebarkan paham radikal.

Langkah proaktif lainnya adalah dengan melakukan intervensi dini terhadap aktivitas mencurigakan yang terdeteksi di ruang digital. Tindakan ini bertujuan untuk memutus mata rantai radikalisasi sedini mungkin sebelum berkembang menjadi ancaman yang lebih serius.

Di sisi pencegahan fisik, Densus 88 terus memperkuat sistem deteksi dini terhadap segala bentuk ancaman serangan, baik yang mengincar fasilitas vital negara maupun objek-objek keamanan lainnya. Kombinasi antara pendekatan digital dan fisik ini diharapkan dapat menciptakan lapisan pertahanan yang lebih komprehensif dalam memerangi terorisme.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar