Chery Group Indonesia resmi mengonfirmasi rencana pembangunan pabrik perakitan di Indonesia. Presiden Direktur Chery Group Indonesia, Zheng Shuo, mengumumkan bahwa proyek investasi besar ini akan dimulai pada akhir tahun 2025.
"Tahun ini rencananya mulai proses pembangunan pabrik Chery di Indonesia," ujar Shuo dalam peluncuran Jaecoo J5 EV, Senin (3/10/2025). Meskipun detail teknis masih ditutupi, Shuo menegaskan bahwa kerja sama perakitan dengan PT Handal Indonesia Motor (HIM) akan terus berjalan.
"Kita kemungkinan paralel bersama HIM. Kita akan lihat ke depannya, kita tidak akan langsung berhenti, kita akan continuous sama Handal," tambahnya. Rencana paralel ini memastikan kelancaran produksi kendaraan Chery di Indonesia selama masa transisi.
Investasi senilai Rp 5 triliun yang diungkapkan Country Vice President PT Chery Sales Indonesia, Budi Darmawan, menunjukkan keseriusan brand China ini dalam menguasai pasar otomotif Indonesia. "Indonesia akan menjadi basis ekspor untuk negara lain," tegas Budi di Jakarta, Sabtu (25/10/2025).
Saai ini, lini produksi Chery di PT HIM telah memproduksi berbagai model populer termasuk Chery Omoda C5, mobil listrik Chery E5, Chery J6, Tiggo Series, dan seluruh produk Jaecoo termasuk Jaecoo J5 EV sebagai model terbaru. Chery memulai perakitan lokal di Indonesia sejak 2022 melalui model Tiggo 7 dan Tiggo 8 dengan sistem Semi-Knocked Down (SKD).
Pembangunan pabrik Chery ini merupakan bagian dari strategi ekspansi besar-besaran di pasar ASEAN dan diproyeksikan akan memperkuat posisi Chery sebagai pemain utama di industri otomotif Indonesia, sekaligus menjadi hub ekspor untuk kawasan regional.
Artikel Terkait
KPK Periksa Sekjen DPR Indra Iskandar sebagai Saksi Kasus Korupsi Rumah Dinas
Menperin Proyeksikan Penjualan Mobil Nasional Capai 850.000 Unit pada 2026
Angela Tanoesoedibjo Yakin Perindo Sulsel Berkembang di Bawah Pimpinan Abdul Hayat Gani
Seskab Tegaskan Keanggotaan Indonesia di Board of Peace Bersifat Tidak Tetap