MURIANETWORK.COM - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memproyeksikan penjualan mobil nasional pada tahun 2026 akan mencapai 850.000 unit. Proyeksi optimis ini disampaikan Menperin saat membuka gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di Jakarta, Kamis (5 Februari 2026). Angka tersebut mencerminkan upaya pemulihan industri otomotif domestik yang masih berjuang untuk kembali ke level penjualan sebelum pandemi.
Target Konservatif dengan Harapan Melebihi Ekspektasi
Dalam paparannya, Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut angka 850.000 unit sebagai target yang realistis. Proyeksi ini didasarkan pada kapasitas produksi industri yang jauh lebih besar, yakni sekitar 2,5 hingga 2,6 juta unit per tahun.
"Proyeksi penjualan mobil nasional pada tahun ini 850.000 unit dari total kapasitas produksinya yang tadi saya sampaikan sekitar 2,5-2,6 juta. Ini angka konservatif, dan mudah-mudahan itu akan bisa tercapai, bahkan melebihi," ungkapnya.
Naik Tipis dari Capaian 2025, tapi Jauh dari Masa Kejayaan
Jika tercapai, target 2026 ini akan mencatatkan kenaikan sekitar 5,4 persen dibanding realisasi penjualan pada tahun 2025 yang tercatat sekitar 803.000 unit. Meski menunjukkan tren positif, Menteri Agus dengan jujur mengakui bahwa angka tersebut masih belum cukup untuk mengembalikan industri ke masa keemasannya.
Sebelum pandemi melanda, pasar otomotif nasional rutin mencatat penjualan di atas 1 juta unit per tahun. Untuk mencapai level itu kembali, dibutuhkan upaya kolektif yang lebih keras.
"Masih belum cukup kuat untuk menembus level 1 juta unit sebelum masa pandemi. Sekali lagi kita harus bersama, seluruh stakeholder, kita cari cara-cara yang sebaik untuk bisa kembali mereboundkan industri yang, subsektor industri yang sangat penting ini," tegas Menperin.
Lanskap Pasar yang Menantang dan Proses Pemulihan Bertahap
Pernyataan Menperin tersebut bukan tanpa alasan. Ia mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, industri otomotif nasional menghadapi tekanan yang cukup berat. Pemulihan pasar domestik, meski menjadi kunci utama, diperkirakan akan berlangsung secara bertahap dan tidak instan.
Data resmi dari Kementerian Perindustrian memperkuat analisis tersebut. Penjualan mobil secara wholesale (grosir) pada 2025 tercatat 803.000 unit, mengalami penurunan 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 856.000 unit. Tren serupa terlihat pada penjualan ritel, yang anjlok 6,3 persen dari 889.000 unit (2024) menjadi 833.000 unit (2025).
Dengan demikian, proyeksi untuk 2026 tidak hanya sekadar angka target, tetapi juga menjadi tolok ukur penting bagi efektivitas berbagai strategi pemulihan yang dijalankan oleh pemerintah dan pelaku industri di tengah iklim ekonomi yang dinamis.
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Tersangka OTT Pajak di Banjarmasin, Bukti Uang Rp1 Miliar Diamankan
Polisi dan BI Konfirmasi Potongan Uang di TPA Bekasi Asli, Prosedur Pemusnahan Diselidiki
Mantan Gelandang Bhayangkara FC, Matias Mier, Kini Merumput di Liga El Salvador
KPK Periksa Sekjen DPR Indra Iskandar sebagai Saksi Kasus Korupsi Rumah Dinas