Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) dipastikan sudah siap dipakai sebelum Ramadan 2026 mendatang. Kabar ini muncul setelah pembangunan fisiknya dinyatakan rampung oleh kontraktor.
Namun begitu, kesiapan tak cuma soal bangunan berdiri. Usai kunjungan dan rapat bersama Otorita IKN di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pejabat Kementerian Agama mengaku masih menyempurnakan sejumlah perlengkapan. Tujuannya, agar fungsi masjid bisa optimal, terutama saat bulan suci nanti.
“Selain pengecekan fisik, kami juga inventarisasi sejumlah kelengkapan yang masih perlu disempurnakan agar masjid dapat difungsikan secara optimal,” ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, Kamis (8/1/2026).
“Kami ingin memastikan seluruh kebutuhan dasar masjid benar-benar siap, terutama untuk mendukung aktivitas ibadah dan layanan keagamaan masyarakat saat Ramadan.”
Abu Rokhmad menegaskan, Masjid Negara ini harus jadi wajah Islam Indonesia yang ramah dan inklusif. Karena itu, pengelolaannya ke depan perlu ditangani oleh takmir dan pengurus yang profesional serta punya integritas. Pemahaman keagamaan yang baik juga mutlak.
Guru Besar UIN Walisongo Semarang itu juga menyelipkan konsep ekoteologi. Baginya, masjid tak sekadar tempat shalat. Ia harus jadi simbol harmoni antara nilai agama dan kepedulian pada lingkungan, selaras dengan semangat IKN sebagai kota berkelanjutan.
“Masjid Negara IKN harus menjadi rujukan nasional, bukan hanya dari sisi arsitektur, tetapi juga tata kelola, layanan keagamaan, dan kontribusinya dalam membangun peradaban,” tegasnya.
Di sisi lain, persiapan terus digenjot. Arsad Hidayat, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, menyebut pihaknya sedang menyiapkan usulan nama untuk masjid tersebut. Nantinya, usulan itu akan diajukan ke Menteri Agama. Harapannya, nama yang terpilih bisa mencerminkan nilai kebangsaan, keislaman, dan visi IKN sebagai kota masa depan.
Arsad juga menjelaskan, persiapan yang mereka lakukan sangat detail. Mulai dari ornamen, kaligrafi, hingga ketepatan arah kiblat dicek dengan saksama. Semua itu agar ibadah bisa berjalan khusyuk dan sesuai syariah.
“Kami berharap masjid ini jadi ruang bersama yang inklusif,” katanya. Ia ingin tempat ini menjadi pusat layanan keagamaan yang adaptif dengan dinamika masyarakat modern di IKN.
Pengecekan lebih rinci juga dilakukan oleh Kasubdit Kemasjidan Kemenag, Nurul Badruttamam. Timnya meninjau langsung sarana prasarana pendukung. Area wudu, toilet, sirkulasi jamaah, hingga akses untuk difabel semua diperiksa agar layak untuk semua lapisan masyarakat.
Tak ketinggalan, konsep perpustakaan masjid yang ideal sedang dirancang. Perpustakaan ini diharapkan menjadi pusat literasi keislaman yang nyaman dan representatif, sekaligus menguatkan fungsi edukatif masjid.
Intinya, semua persiapan ini digeber agar operasional masjid bisa dimulai bertahap, tepat waktu menyambut Ramadan 1447 H.
“Masjid ini disiapkan tidak hanya siap digunakan, tetapi juga siap memberi manfaat luas bagi umat dan bangsa,” pungkas Nurul.
Artikel Terkait
Kebakaran Hebat Landa Pasar Jiung Kemayoran, 33 Mobil Damkar dan 100 Personel Dikerahkan
Sekretaris Kabinet: Efektivitas Diplomasi Diukur dari Hasil Konkret, Bukan Frekuensi Kunjungan
Kebakaran Landa Permukiman Padat di Kemayoran, 26 Mobil Damkar Dikerahkan
Netanyahu Perintahkan Serangan ke Markas Hizbullah di Beirut Selatan, Warga Mulai Mengungsi