Jose Mourinho punya banyak cerita. Karakternya yang keras dan pernyataannya yang kerap menyulut kontroversi sudah jadi bagian dari legenda sepak bola modern. Tapi, satu kisah dari masa lalunya di Inter Milan masih sering diingat, terutama terkait sikapnya terhadap ibadah puasa Ramadhan yang dijalankan pemainnya.
Ya, pelatih yang dijuluki "The Special One" itu pernah menyatakan ketidaksukaannya. Hal ini terjadi saat dia masih membesut Inter Milan, tepatnya pada Agustus 2009. Waktu itu, ada satu pemainnya yang sedang menjalankan puasa: Sulley Muntari.
Mourinho, dengan segala reputasinya, memang pelatih kelas dunia. Jejaknya membuktikan hal itu. Dari Porto yang dibawanya menjuarai Liga Champions, lalu ke Chelsea yang dia sulap jadi raja Liga Inggris, hingga puncaknya di Inter Milan dengan treble winner yang fenomenal. Namanya terpampang di hampir semua klub elite Eropa: Real Madrid, Manchester United, AS Roma, dan kini Benfica. Prestasinya tak perlu diragukan lagi.
Namun begitu, di balik kesuksesan itu, ada sisi lain yang bikin banyak orang mengernyitkan dahi.
Menurut sejumlah saksi dan pemberitaan media kala itu, Mourinho merasa performa Muntari di lapangan menurun. Dan dia menghubungkannya dengan puasa yang dijalani pemain asal Ghana tersebut. Mourinho bahkan sampai berkomentar bahwa Muntari seharusnya tidak berpuasa dulu saat ada jadwal pertandingan yang padat.
"Seharusnya Sulley tidak berpuasa selama Ramadhan saat ada pertandingan,"
begitu kurang lebih ucapannya di tahun 2009, seperti yang dilaporkan Daily Mail. Tak cuma komentar, desas-desus juga beredar bahwa dia pernah mengusulkan untuk mencoret nama Muntari dari skuad. Gara-gara hal ini, tentu saja, sang pelatih langsung jadi bulan-bulanan kritik. Banyak kalangan, khususnya Muslim, yang menyayangkan pernyataannya yang dianggap kurang sensitif.
Kisah ini mungkin sudah belasan tahun lalu, tapi tetap relevan untuk menggambarkan sosok Mourinho. Di satu sisi, dia adalah genius taktik dengan segudang piala. Di sisi lain, caranya berkomentar seringkali menciptakan badai. Kontroversi soal puasa Ramadhan ini adalah salah satu bab yang menunjukkan bagaimana garis tipis antara keprihatinan terhadap performa tim dan penghormatan pada keyakinan pribadi seorang pemain.
Artikel Terkait
Gunung Dukono Erupsi, Kolom Abu Vulkanik Membumbung 1.300 Meter
Iran Hentikan Diplomasi dengan AS dan Ancam Buka Front Baru jika Israel Lanjutkan Serangan ke Lebanon-Gaza
Gunung Dukono Erupsi, Kolom Abu Vulkanik Capai 1.300 Meter di Atas Puncak
Lebih dari 10.000 WNI Korban Penipuan Daring di Kamboja Ajukan Pemulangan ke Indonesia