Di sisi lain, persiapan terus digenjot. Arsad Hidayat, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, menyebut pihaknya sedang menyiapkan usulan nama untuk masjid tersebut. Nantinya, usulan itu akan diajukan ke Menteri Agama. Harapannya, nama yang terpilih bisa mencerminkan nilai kebangsaan, keislaman, dan visi IKN sebagai kota masa depan.
Arsad juga menjelaskan, persiapan yang mereka lakukan sangat detail. Mulai dari ornamen, kaligrafi, hingga ketepatan arah kiblat dicek dengan saksama. Semua itu agar ibadah bisa berjalan khusyuk dan sesuai syariah.
“Kami berharap masjid ini jadi ruang bersama yang inklusif,” katanya. Ia ingin tempat ini menjadi pusat layanan keagamaan yang adaptif dengan dinamika masyarakat modern di IKN.
Pengecekan lebih rinci juga dilakukan oleh Kasubdit Kemasjidan Kemenag, Nurul Badruttamam. Timnya meninjau langsung sarana prasarana pendukung. Area wudu, toilet, sirkulasi jamaah, hingga akses untuk difabel semua diperiksa agar layak untuk semua lapisan masyarakat.
Tak ketinggalan, konsep perpustakaan masjid yang ideal sedang dirancang. Perpustakaan ini diharapkan menjadi pusat literasi keislaman yang nyaman dan representatif, sekaligus menguatkan fungsi edukatif masjid.
Intinya, semua persiapan ini digeber agar operasional masjid bisa dimulai bertahap, tepat waktu menyambut Ramadan 1447 H.
“Masjid ini disiapkan tidak hanya siap digunakan, tetapi juga siap memberi manfaat luas bagi umat dan bangsa,” pungkas Nurul.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Dapat Mandat Baru Kelola Dana Cadangan Fiskal
Inara Rusli Berjuang Klarifikasi Status, Lisa BLACKPINK Cetak Sejarah di Golden Globes
Suzuki S-Presso Berubah Wajah, Mirip Jimny dengan Modifikasi Rp 40 Juta
Puting Beliung Hantam Bandara Juanda, Sejumlah Penerbangan Dialihkan