Bupati Bone Gerak Cepat, Bentuk Kios Pangan Jelang Ramadan
Menyongsong bulan Ramadan, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman punya langkah konkret. Ia memerintahkan seluruh camat di wilayahnya untuk segera membentuk kios atau pasar pangan. Ini bukan wacana lagi, tapi perintah langsung yang harus dijalankan.
“Saya sudah perintahkan masing-masing camat untuk membentuk kios pangan di wilayahnya,” tegas Bupati, Selasa kemarin.
Menurutnya, kios ini akan melibatkan semua unsur pemerintah desa. Tujuannya jelas: agar masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan pangan lokal yang sehat, tapi dengan harga yang tetap terjangkau.
Rencananya, akan ada sekitar 50 kios yang dibangun. Mereka akan tersebar di tiap desa dan kelurahan. Lokasinya pun fleksibel. Bisa memanfaatkan rumah warga, atau bekerja sama dengan toko yang sudah ada. Yang penting, aksesnya mudah bagi orang banyak.
“Masing-masing saya minta lurah bangun booth-nya di mana saja,” tambahnya. “Ini salah satu cara kita mengendalikan harga bahan pokok.”
Di sisi lain, langkah ini bukan cuma soal kemudahan belanja. Pemerintah kabupaten menjadikannya sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi. Dengan intervensi langsung, mereka berharap distribusi barang lancar dan stok aman. Komoditas utama seperti beras, minyak, gula, dan telur jadi prioritas pengawasan.
Namun begitu, upaya tak berhenti di situ. Koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha juga diperketat. Pergerakan harga akan dipantau secara berkala, sementara operasi pasar dan pengawasan lapangan digelar intensif.
Tujuannya satu: mencegah penimbunan atau spekulasi nakal yang bisa merugikan masyarakat, terutama di bulan penuh berkah nanti.
Artikel Terkait
PDAM Makassar Matikan Aliran Air 24 Jam di 17 Wilayah Akibat Perbaikan Pipa Bocor
Polisi: Tersangka Pemerkosaan dan Pembunuhan Siswi SD di Makassar Kecanduan Film Porno dan Narkoba
Gempa M 5,1 Guncang Timor Tengah Selatan, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Justin Hubner Ternyata Berdarah Makassar, Foto Prewedding dengan Jennifer Coppen Pakai Busana Adat Bugis Curi Perhatian