Distribusi zakat nasional bakal semakin terarah. Kementerian Agama memastikan hal itu, dengan menegaskan bahwa penyaluran harus sesuai ashnaf dan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Intinya, tata kelola zakat tak boleh cuma fokus pada penghimpunan dana. Yang tak kalah penting adalah memastikan bantuan itu tepat sasaran dan benar-benar berdampak bagi kesejahteraan para mustahik.
Nah, untuk mencapai itu, integrasi data menjadi sebuah keharusan. Tujuannya jelas: agar aliran dana zakat selaras dengan peta kemiskinan dan kerentanan sosial yang sudah terukur.
“Distribusi zakat harus sesuai ashnaf dan berbasis Data Sosial Ekonomi Nasional. Dengan begitu, kita bisa memastikan bahwa zakat benar-benar menyasar kelompok yang paling membutuhkan dan memberi dampak yang terukur,” tegas Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghafur, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, pendekatan berbasis data ini juga bakal memperkuat akuntabilitas. Baik itu Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ) akan terdorong untuk lebih transparan. Sinergi antarlembaga pun jadi kunci, biar nggak ada tumpang tindih penyaluran. Alhasil, intervensi zakat bisa dirasakan lebih merata oleh masyarakat.
Waryono tak berhenti di situ. Ia menekankan pentingnya pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan dalam ekosistem zakat kita. Penguatan regulasi, literasi, dan kapasitas kelembagaan harus jalan beriringan. Barulah zakat bisa menjadi instrumen pemberdayaan umat yang benar-benar berkelanjutan, bukan sekadar bantuan sesaat.
Ramadan, dalam pandangannya, adalah momentum yang strategis. Melalui forum-forum tadarus, Kemenag mendorong semua pemangku kepentingan untuk menyamakan visi. Zakat bukan cuma urusan menyalurkan uang. Lebih dari itu, ia adalah bagian dari strategi besar pembangunan sosial-keagamaan yang terintegrasi.
“Dengan basis data yang kuat, distribusi zakat tidak lagi bersifat sporadis, tetapi terencana, terukur, dan berkelanjutan. Ini penting agar zakat benar-benar berkontribusi pada pengurangan beban sosial masyarakat,” kata Waryono menambahkan.
Artikel Terkait
Kemendikdasmen Buka Simulasi Resmi TKA 2026 untuk Siswa SD dan SMP
Bupati Bone Perintahkan Pembentukan Kios Pangan di Setiap Kecamatan Jelang Ramadan
Kemensos Setujui Pembangunan Sekolah Rakyat di Luwu Timur
Siswi SMP Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Kali Terpencil Sikka