Paris Membeku dalam Riang: Salju Ubah Kota Cahaya Jadi Arena Bermain

- Rabu, 07 Januari 2026 | 23:30 WIB
Paris Membeku dalam Riang: Salju Ubah Kota Cahaya Jadi Arena Bermain

Paris berubah putih. Rabu pagi itu, (7/1), kota yang biasanya digambarkan romantis dengan cahaya keemasan itu justru diselimuti lapisan salju yang lebat dan tak terduga. Menara Eiffel berdiri anggun di balik tirai putih, sementara Taman Tuileries dan tepian Seine yang tenang membeku dalam diam.

Menurut sejumlah saksi, suasana kota mendadak berubah jadi riuh rendah. Bukan karena kekacauan, tapi justru karena kegembiraan. Salju yang turun deras seolah mengubah seluruh Paris menjadi sebuah arena bermain musim dingin raksasa. Wisatawan dan warga lokal pun tak menyia-nyiakan momen langka ini.

Di sisi lain, peringatan resmi telah dikeluarkan. Badan cuaca Prancis, Meteo France, seperti dikutip Reuters, memperingatkan bahwa hujan salju ini akan meluas. Separuh bagian utara negara itu perlu bersiap.

Tapi peringatan itu sepertinya tenggelam dulu oleh tawa. Di Champ de Mars, terlihat beberapa orang dengan pakaian ski lengkap justru meluncur di jalanan kota. Adegan serupa terjadi di lereng bukit basilika Sacre-Coeur, di mana beberapa orang berseluncur dengan riang, memanfaatkan tanah yang licin dan putih.

Namun begitu, dampak praktisnya tak bisa dihindari. Keceriaan warga di satu sisi, berbanding lurus dengan kekacauan transportasi di sisi lain. Lalu lintas macet parah. Yang lebih parah, perjalanan kereta api pun terganggu.

Operator kereta api SNCF terpaksa mengumumkan adanya gangguan jadwal. Penundaan terjadi di hampir seluruh negeri, mengingat intensitas salju yang cukup untuk mengacaukan pergerakan.

Jadi, begitulah Rabu di Paris. Sebuah hari di mana keindahan dan gangguan datang berbarengan, dibungkus dalam selimut salju yang dingin namun membawa senyum.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar