Dunia sepak bola DIY diguncang sanksi keras pekan ini. Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIY resmi mengakhiri karier Dwi Pilihanto Nugroho, pemain KAFI Jogja FC. Ia dijatuhi hukuman larangan beraktivitas di sepak bola seumur hidup, plus denda satu juta rupiah. Semua ini berawal dari sebuah insiden berbahaya di Liga 4 DIY musim 2025/2026.
Keputusan pahit itu tertuang hitam di atas putih, tepatnya dalam rilis Panitia Disiplin bernomor 005/Pandis_Liga4DIY_PSSI_DIY/I/2026. Pemain bernomor punggung 2 itu dinyatakan melanggar sejumlah pasal dalam Kode Disiplin PSSI 2025. Pelanggarannya dinilai berat dan tak bisa dimaafkan.
Semua terjadi dalam laga melawan UAD FC, Selasa lalu. Saat pertandingan memasuki menit ke-72, gerakan Dwi yang mengangkat kaki terlalu tinggi berakhir buruk. Kakinya kontak dengan kepala pemain UAD FC, Amirul. Suasana langsung tegang.
Sekretaris Umum Asprov PSSI DIY, Wendy Umar Senoaji, menegaskan keputusan ini bukan dibuat sembarangan.
“Keputusan ini kami ambil berdasarkan dokumentasi pertandingan, laporan pengawas pertandingan, dan laporan panitia pelaksana lokal, dengan merujuk pada Kode Etik PSSI serta Laws of the Game,” jelas Wendy saat dikonfirmasi Kamis (8/1).
“Ini merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip fair play dan tidak bisa ditoleransi,” tegasnya.
Menurut Wendy, sanksi seberat ini diharapkan bisa jadi pelajaran untuk semua. Bukan cuma buat pemain, tapi juga seluruh unsur yang terlibat dalam sebuah pertandingan. Tujuannya agar sepak bola di DIY bisa lebih tertib dan bermutu ke depannya.
“Harapannya ini menjadi pembelajaran, tidak hanya bagi pemain, tetapi juga perangkat pertandingan dan seluruh unsur yang terlibat agar sepak bola di DIY bisa berjalan lebih baik,” ujarnya.
Dan konsekuensinya luas. Larangan ini tak cuma berlaku di kompetisi lokal DIY. Wendy menegaskan, sanksi itu berlaku untuk seluruh ajang di bawah naungan PSSI di mana pun. Pintu sepak bola resmi tertutup untuk Dwi.
Tak hanya pemain yang kena getahnya. Perangkat pertandingan yang bertugas juga tak luput dari evaluasi. Komite Wasit PSSI DIY langsung menggelar pembinaan, menyegarkan lagi pemahaman tentang aturan main dan regulasi. Mereka ingin insiden seperti ini tidak terulang lagi di masa mendatang.
Artikel Terkait
Real Madrid Tegaskan Mourinho Bukan Opsi, Fokus ke Klopp dan Proyek Jangka Panjang
Janice Tjen Tembus Peringkat 36 Dunia, Rekor Tertinggi Kariernya
Mantan Manajer Persija Harianto Badjoeri Meninggal Dunia
Flick Anggap Wajar Reaksi Kesal Yamal Usai Barcelona Kembali ke Puncak Klasemen