"Itu terbukti begitu saya menjadi presiden, banyak dari mereka yang saya ajak," kata Prabowo.
Beberapa menteri di Kabinet Merah Putih memang berasal dari kabinet sebelumnya. Ini, dalam pandangannya, membuktikan bahwa dirinya dan Jokowi punya kesamaan visi.
Di sisi lain, Prabowo tak sungkan menyinggung catatan pilpresnya yang penuh warna. Dia telah mengalami kekalahan beberapa kali: sebagai calon wakil presiden pada 2009, lalu sebagai capres pada 2014 dan 2019. Lalu, dengan nada santai, dia berkelakar tentang satu faktor penyebabnya.
"Empat kali ikut Pemilu, tiga kali kalah. Soalnya waktu itu Pak Luhut enggak dukung saya sih," selorohnya, disambut tawa hadirin.
Luhut Binsar Panjaitan, yang dikenal sebagai pendukung kuat Jokowi dan pernah menduduki sejumlah posisi strategis di kabinetnya, menjadi bahan candaannya. Namun begitu, lelucon itu sekaligus menggarisbawahi dinamika koalisi dan persaingan yang akhirnya berujung pada kolaborasi.
Artikel Terkait
KPK Periksa 10 Saksi Kasus Suap Bupati Rejang Lebong di Kantor BPKP Bengkulu
Prabowo Canangkan Pengembangan Avtur dari Sawit dan Jelantah
Dominasi 61 Tahun Golkar di Sulsel Terpatahkan, Nasdem Jadi Pemenang Pemilu 2024
Gencatan Senjata AS-Iran Goyah, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz