Dari Kekaguman Instan ke Kursi BUMN: Ketika Dukungan Politik Tak Sekadar Tertipu

- Selasa, 06 Januari 2026 | 06:40 WIB
Dari Kekaguman Instan ke Kursi BUMN: Ketika Dukungan Politik Tak Sekadar Tertipu

Namun begitu, mereka tidak butuh waktu lama untuk mundur. Begitu mulai mencium keanehan pada sosok dan rezimnya, mereka memilih menarik dukungan.

Nah, kasus Slank lain cerita. Dukungan mereka pada Jokowi dan tentu saja PDIP di belakangnya bisa dibilang setia banget. Sudah sejak 2012. Mereka juga mendukung Ahok di Pilkada DKI. Bahkan, salah satu personelnya mendapat jabatan komisaris BUMN dari 2021 sampai 2024.

Mari jujur saja. Pemberian posisi komisaris BUMN seperti itu seringkali dianggap sebagai bentuk balas jasa. Semacam bagi-bagi kue kekuasaan untuk pendukung, yang kadang kurang mempertimbangkan kompetensi. Dan menariknya, dukungan mereka baru berhenti ketika PDIP dan Jokowi sendiri akhirnya pecah kongsi.

Dari sini, rekam jejak menjadi jelas. Orang yang 'hanya sempat tertipu' tentu sangat berbeda dengan mereka yang 'sudah menikmati kue kekuasaan'.

Sebagai catatan terakhir, soal Pandji.

Sejak awal muncul di media, sikapnya memang selalu kritis terhadap pemerintah. Dulu, era SBY pun sering jadi bahan candaannya. Jadi, buat yang baru lahir kemarin dan menganggap SBY itu presiden sangat berwibawa tanpa cela, mungkin anda memang terlambat hidup, brother.

Dulu bahkan ada aksi demonstrasi yang membawa kerbau dengan tulisan "SiBuYa". Itu sindiran yang keras, dan benar-benar terjadi.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar