Reputasi Elon Musk sebagai seorang visioner teknologi lagi-lagi diuji. Sepanjang tahun 2025, sederet janji besar dari CEO Tesla dan SpaceX itu ternyata hanya tinggal janji. Dari mimpi manusia menginjak Mars hingga armada taksi robot yang merajalela, hampir tak satu pun yang menjadi kenyataan. Sungguh mengecewakan.
Ambil contoh ambisi antariksa. Sebagai orang terkaya di dunia, Musk pernah dengan yakin menyatakan manusia akan mendarat di Mars pada 2025. Tapi, saat tahun berganti, target itu masih terlihat seperti khayalan belaka. Faktanya, SpaceX belum mengirim satu pun manusia ke planet merah tersebut. Jaraknya masih sangat, sangat jauh.
Lalu, bagaimana dengan janji di sektor otomotif? Di sini pun ceritanya tak jauh beda. Musk pernah mengklaim bahwa robotaxi Tesla akan bisa diakses oleh separuh populasi Amerika Serikat sebelum tutup tahun 2025. Nyatanya? Layanan itu masih sangat terbatas, cuma berkeliaran di Austin, Texas, dan itupun jarang terlihat. Menurut sejumlah saksi dan laporan, warga lokal pun mengaku hampir tidak pernah menjumpainya.
Berikut beberapa janji Musk yang gagal terwujud sepanjang tahun lalu.
Mimpi Mars yang Tak Kesampaian
Cerita tentang Mars ini sudah dimulai sejak 2016. Dalam sebuah konferensi, Musk dengan penuh keyakinan memaparkan rencana SpaceX. Mereka akan mulai mengirim roket ke Mars pada 2018, lalu melanjutkan dengan misi rutin setiap 26 bulan, yang puncaknya adalah mengirim manusia.
"Kalau semua berjalan sesuai rencana, kita bisa meluncurkan manusia pada 2024 dan mereka akan tiba di Mars di tahun 2025," begitu katanya kala itu.
Well, 2025 sudah lewat. Dan manusia? Masih setia di Bumi.
Robotaxi yang Tak Sepopuler Janjinya
Masih tentang robotaxi. Dalam laporan keuangan Tesla pertengahan tahun lalu, Musk kembali menegaskan bahwa layanan taksi tanpa pengemudinya akan menjangkau setengah Amerika sebelum tahun baru. Hasilnya, seperti yang kita lihat, sangat jauh dari kata "masif".
Janji 'Full Self-Driving' yang Tak Sepenuhnya 'Self'
Tak berhenti di situ, Musk juga berulang kali menjanjikan bahwa robotaxi Tesla akan beroperasi sepenuhnya tanpa pengemudi atau pengawas manusia pada akhir 2025. Namun begitu, laporan dari pengguna hingga akhir Desember menyebutkan, masih ada pengawas manusia di dalam mobil, demi menaati regulasi yang berlaku di Texas. Jadi, masih belum benar-benar otonom.
Target AGI xAI yang Mundur Terus
Di bidang kecerdasan buatan, cerita serupa terulang. Pada 2024, Musk mengatakan perusahaan AI-nya, xAI, akan mencapai Artificial General Intelligence (AGI) di tahun 2025. Tapi, laporan terbaru menyebut target itu diundur lagi, menjadi "beberapa tahun ke depan".
Demo Roadster dan Isu Mobil Terbang yang Menguap
Bagaimana dengan Tesla Roadster yang diumumkan sejak 2017? Musk berjanji demo mobil itu akan digelar sebelum akhir 2025, bahkan dengan sedikit hint tentang fitur mirip mobil terbang. Sampai bel tanda tahun baru berdentang, tidak ada demo, apalagi mobil terbang. Hilang begitu saja.
Janji Penghematan DOGE yang Tak Terwujud
Setelah Donald Trump terpilih kembali, Musk memimpin lembaga DOGE dengan misi mulia: memangkas pemborosan pemerintah AS hingga US$2 triliun. Tapi, janji itu terus menyusut. Dari US$2 triliun, menjadi US$1 triliun, lalu hanya ratusan miliar dolar. Yang lebih parah, analisis terbaru justru menunjukkan belanja pemerintah malah meningkat. Penghematannya nyaris nol.
Pada akhirnya, tahun 2025 menjadi catatan panjang tentang janji-janji Musk yang belum terpenuhi. Dunia menunggu, sementara sang visioner terus berbicara tentang masa depan.
Artikel Terkait
Makassar Alokasikan Rp10,6 Miliar untuk Bangun Jalan Akses TPA Antang
Catatan Harian Ungkap Jaringan Dakwah Ulama Sulsel KH Ahmad Surur
Anggota DPR Desak Penyelidikan Kasus Sea Dragon Sampai ke Aktor Intelektual
Dua Perwira Polres Toraja Utara Ditahan Terkait Dugaan Jaringan Narkoba