Kuala Lumpur Dari ibu kota Malaysia, suara keras terdengar mengkritik aksi terbaru Amerika Serikat. Perdana Menteri Anwar Ibrahim mendesak Washington untuk segera melepas Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya. Keduanya disergap dalam sebuah operasi militer AS pada Sabtu lalu.
Bagi Anwar, langkah ini bukan sekadar tindakan militer biasa. Ia menilai penangkapan itu sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Sebuah langkah yang, menurutnya, mengabaikan kedaulatan sebuah negara.
“Saya telah mengikuti perkembangan di Venezuela dengan keprihatinan yang mendalam,” ujar Anwar dalam pernyataan tertulisnya, Ahad kemarin.
“Pemimpin Venezuela dan istrinya telah ditangkap dalam sebuah operasi militer Amerika Serikat yang berskala besar dan tidak lazim.”
Nada tegasnya langsung terasa. “Tindakan tersebut merupakan pelanggaran yang nyata terhadap hukum internasional dan merupakan penggunaan kekuatan yang tidak sah terhadap sebuah negara berdaulat. Presiden Maduro dan istrinya harus segera dibebaskan tanpa penundaan.”
Artikel Terkait
Megawati Bikin Heboh, Nyanyikan Cinta Hampa di Panggung Rakernas PDIP
Dendam Berdarah di Palangka Raya: Keponakan Tikam Paman Hingga Tewas
PDIP Gelar Rakernas, Sikap Soal Pilkada Langsung Akan Dituntaskan
Gempa 7,1 SR Guncang Melonguane, Getaran Terasa hingga Ternate