Akibatnya? Rakyat seperti terjebak dalam kelelahan kolektif. Mereka diperas habis-habisan namun seolah tak berdaya melawan. Semua bentuk kejahatan mulai dari pemerasan, korupsi, pungli, sampai penindasan seakan mendapat legitimasi sempurna. Rakyat cuma bisa merintih. Hanya bisa bikin pernyataan sikap tanpa aksi nyata. Atau paling jauh, berdoa tanpa ikhtiar konkret untuk keluar dari lingkaran penderitaan ini.
Lalu, siapa dalang di balik semua ini? Sutoyo menyebut ada kekuatan tersembunyi yang dia sebut "Silent Dragon".
Silent Dragon ini tak perlu muncul di TV atau ribut di media sosial. Mereka mengatur irama negara dari balik layar, dengan tenang dan tanpa sorotan. Mereka yang sebenarnya mengendalikan dan mengelola negara. Mereka pula yang menentukan kebijakan, lalu mendistribusikannya ke para penyelenggara pemerintahan di depan. Pada akhirnya, mereka yang pegang kendali atas hidup dan matinya kita semua.
Mengakhiri paparannya, Sutoyo melontarkan pertanyaan yang menusuk.
Pertanyaan itu menggantung, menunggu jawaban yang entah dari mana datangnya.
Artikel Terkait
Imigrasi Ngurah Rai Deportasi Pimpinan Sindikat Pencucian Uang yang Masuk Daftar Interpol
Polisi Ungkap Motif Judi Online di Balik Pembunuhan dan Mutilasi Ibu Kandung di Lahat
Ayah di Batam Diduga Setubuhi Anak Kandungnya Sejak Usia 7 Tahun
Roti Maros, Camilan Manis Khas Sulawesi Selatan dengan Isian Selai Srikaya