Dalam konferensi persnya, Mamdani berusaha meluruskan duduk persoalan. Ia menekankan komitmennya untuk melindungi warga Yahudi New York.
"Melindungi warga Yahudi New York akan menjadi fokus pemerintahan saya," tegasnya.
Ia membela pencabutan itu sebagai upaya mendapatkan titik awal yang bersih. "Tindakan terhadap perintah eksekutif ini memberi kami sebuah titik awal yang bersih untuk mulai bekerja menghadirkan era baru bagi warga New York," ujar Mamdani.
Ia berjanji pemerintahannya akan aktif memerangi kebencian dan polarisasi. "Pemerintahan saya akan ditandai oleh pemerintah kota yang tanpa lelah memerangi kebencian dan perpecahan," lanjutnya, seraya menambahkan bahwa upaya konkret melawan antisemitisme tetap menjadi bagian dari agenda.
Di sisi lain, langkah cepat Mamdani ini justru mendapat pujian dari kalangan pegiat hak sipil. Donna Lieberman, Direktur Eksekutif New York Civil Liberties Union, menyoroti waktu penerbitan kebijakan lama itu. Menurutnya, aturan-aturan itu terkesan sebagai manuver menit terakhir pemerintahan Adams yang dirancang untuk membungkam pandangan politik yang berseberangan.
Lieberman mengatakan, tidak heran jika pemerintahan baru bergerak cepat untuk mencabutnya.
Artikel Terkait
Legenda PSM Syamsuddin Umar Khawatirkan Ancaman Degradasi Klub
Menteri Keuangan Tolak Proyeksi Bank Dunia, Sebut Pertumbuhan RI 2026 Bisa Tembus 5%
Pengamat: Iran Berjuang Pertahankan Martabat, Dukungan Internal Menguat
Jenazah Lansia Pemulung Ditemukan dalam Reruntuhan Gubuk Terbakar di Antang