"Padahal secara prinsip, hubungan mereka baik-baik saja."
Sebagai bukti nyata, Adi mengajukan satu fakta yang sulit dibantah: posisi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang pernah duduk di kabinet Jokowi. Itu, tambahnya, adalah bukti sahih bahwa secara politik sebenarnya tidak ada barrier atau hambatan berarti antara Jokowi dengan SBY maupun partai Demokrat.
Di sisi lain, Adi juga tak sungkan mengkritik perilaku netizen di era yang serba post-truth ini. Dia menyayangkan betapa mudahnya banyak orang menarik kesimpulan, tanpa didukung data dan riset yang valid. Banyak akun medsos merasa punya informasi terpercaya, padahal cuma rumor yang berseliweran. Logika akademik pun dilupakan; dalam politik maupun akademisi, menuding sembarangan tanpa penelitian yang terukur itu jelas keliru.
Jangan lupa juga, SBY sekarang ini sudah tidak aktif lagi di politik praktis. Fokusnya lebih ke kegiatan seni dan olahraga, seperti Lavani yang sering dia ikuti. Ini penting untuk diingat.
Di penghujung komentarnya, Adi mengajak kita semua untuk menyambut tahun 2026 dengan cara bermedia sosial yang lebih kepala dingin. Lebih rasional dan objektif.
"Jangan mudah menuding atau memfitnah tanpa basis data yang bisa diukur. Mari bermedia sosial yang sehat," pungkasnya.
"Meski politik selalu ada rumor dan gosip, kita yang bukan aktor politik harus bijak menangkap informasi secara objektif. Salam Politik Santun."
Artikel Terkait
Noussair Mazraoui Buka Suara: Pensiun dari Sepak Bola untuk Fokus Jadi Imam dan Hafiz Quran
Gattuso, Buffon, dan Gravina Mundur Usai Italia Gagal ke Piala Dunia 2026
BPPTKG: Aktivitas Vulkanik Merapi Masih Tinggi, Status Siaga Dipertahankan
PSSI Tegaskan Semua Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Sah Secara Hukum