Informasi soal kematian ini sampai ke polisi sekitar pukul 00.15 WIB. Cukup cepat. “Anggota Reskrim Polsek Kemayoran langsung melakukan pengecekan,” kata Budi.
Kerugian materiil yang tercatat memang cuma satu: sebuah ponsel merek Realme milik rekan korban. Tapi nyawa manusia tentu tak ternilai. Hingga saat ini, siapa pelaku di balik semua ini masih menjadi misteri. Identitasnya belum terungkap.
Di sisi lain, polisi mengklaim sudah bergerak. Langkah-langkah penanganan standar sudah dijalankan. Mulai dari pemeriksaan TKP, pendataan saksi, hingga berburu rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
“Kami juga sudah membuat laporan polisi, melakukan visum, serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penelusuran CCTV,” ucap Budi menambahkan.
Kini, penyelidikan masih terus berjalan. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi diperdalam. Upaya mengungkap wajah pelaku penjambretan yang berakhir fatal ini masih menjadi pekerjaan rumah utama bagi penyidik. Keluarga menunggu keadilan, sementara publik berharap jalanan bisa kembali aman.
Artikel Terkait
Legenda PSM Syamsuddin Umar Khawatirkan Ancaman Degradasi Klub
Menteri Keuangan Tolak Proyeksi Bank Dunia, Sebut Pertumbuhan RI 2026 Bisa Tembus 5%
Pengamat: Iran Berjuang Pertahankan Martabat, Dukungan Internal Menguat
Jenazah Lansia Pemulung Ditemukan dalam Reruntuhan Gubuk Terbakar di Antang