Isu lama soal 'orang dalam' dan urusan setor-menyetor untuk dapatkan jabatan di tubuh Polri kembali mencuat. Kali ini, suaranya datang langsung dari dalam, dari seorang anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, Mahfud MD. Ia tak sungkan mengakui bahwa masalah rekrutmen dan promosi adalah salah satu borok yang sedang mereka bedah tuntas.
Semua itu diungkapkannya saat berbicara di Fakultas Hukum UGM, Sleman, Senin lalu. Menurut Mahfud, persoalan klasik ini jadi fokus utama komisi dalam upaya membenahi institusi Bhayangkara.
Nah, salah satu masalah kronis yang ia catat adalah soal ketidakadilan. Ada fenomena yang cukup menyakitkan: anggota yang berprestasi dan jelas-jelas memenuhi syarat malah karirnya mandek di tempat. Sementara itu, yang belum layak justru bisa melesat naik pangkat dengan cepat.
Namun begitu, yang lebih mencengangkan adalah dugaan praktik transaksional di balik layar. Mahfud memberi contoh nyata. Katanya, untuk bisa ikut pendidikan tertentu seperti Sespim yang ujung-ujungnya dapat pangkat Brigjen, ternyata ada 'biaya' yang harus dikeluarkan.
Artikel Terkait
Ini Tata Cara dan Waktu yang Tepat untuk Puasa Qadha Ramadhan
KPK Cabut Status Tahanan Rumah, Yaqut Kembali ke Rutan
Ambulans Terjebak Macet Parah di Jalur Cibadak Akibat Motor Ngeblong
Tudingan Jual Beli SK Kepengurusan Rp5 Miliar Guncang KNPI Sulsel