Kemacetan parah kembali menyergap kawasan Puncak, Bogor, pasca-Lebaran. Kali ini, puncak kepadatan terjadi pada H 2, tepatnya Senin kemarin. Data dari polisi mencatat angka yang fantastis: 89 ribu mobil telah melintas di jalur itu hanya dalam kurun 22 jam.
Iptu Ardian Novianto, KBO Satlantas Polres Bogor, mengiyakan bahwa angka itu adalah yang tertinggi sejak Sabtu Lebaran. "Kalau dibandingin sama dua hari sebelumnya, Sabtu dan Minggu, ini memang yang paling padat. Sampai jam sepuluh malam, sudah nyampe 89.000 kendaraan roda empat, baik yang naik maupun turun," ujarnya.
Catatan itu dihimpun dari pukul 00.00 hingga 22.00 WIB.
Perlu diingat, angka sebanyak itu hanya mencakup mobil yang terpantau melalui gerbang tol. Artinya, kemungkinan besar jumlah sebenarnya lebih banyak lagi, mengingat masih ada kendaraan yang lewat jalur lain.
Untuk mengurai kemacetan, polisi terpaksa menjalankan sistem satu arah atau one way sebanyak dua kali dalam sehari itu. Menurut Ardian, penerapannya dibagi waktu: pagi hari menuju Puncak, dan siang hingga malam menuju Jakarta.
Rekayasa pagi dimulai pukul setengah tujuh dan berakhir menjelang siang. Dalam rentang waktu itu saja, lalu lintas yang masuk dan keluar tol sudah menyentuh angka 42 ribu kendaraan. Padat sekali.
"Nah, pas kami terapkan one way turun (dari Puncak ke Jakarta), datanya sampai jam sepuluh malam mencapai 46.000 kendaraan," jelas Ardian.
Dari situ terlihat, arus kendaraan yang turun ke Jakarta ternyata lebih dominan. Itulah sebabnya, one way untuk turun harus diberlakukan cukup lama, nyaris sembilan jam. Bayangkan, seharian penuh jalur itu hanya dipakai untuk satu arus.
Artikel Terkait
Suzuki Ungkap 8 Tanda Mobil Bekas Pernah Kecelakaan Berat yang Wajib Dicermati Pembeli
Pramono: Tarif Transjabodetabek ke Bandara Soekarno-Hatta Segera Diputuskan, Berpotensi Berbeda dari Rute Lain
Survei: 98 Persen Warga Indonesia Percaya Perubahan Iklim Terjadi, 81 Persen Yakin Akibat Aktivitas Manusia
Wapres Iran Klaim Kemenangan Besar dalam ‘Perang Ramadan’ Lawan AS-Israel