Lalu Lintas Puncak Capai 89 Ribu Kendaraan dalam Sehari Pascalebaran

- Selasa, 24 Maret 2026 | 08:25 WIB
Lalu Lintas Puncak Capai 89 Ribu Kendaraan dalam Sehari Pascalebaran

Kemacetan parah kembali menyergap kawasan Puncak, Bogor, pasca Lebaran. Kali ini, volume kendaraan membludak pada H 2, tepatnya hari Senin kemarin. Polisi mencatat angka yang fantastis: 89 ribu mobil melintas di jalur itu hanya dalam kurun 22 jam.

Iptu Ardian Novianto, KBO Satlantas Polres Bogor, mengiyakan bahwa angka itu adalah yang tertinggi sejak Lebaran dirayakan Sabtu lalu. Data itu dia kumpulkan dari pukul tengah malam hingga jam sepuluh malam.

"Kalau dibandingin sama dua hari sebelumnya, Sabtu dan Minggu, ini memang yang tertinggi sampai jam 22.00 WIB," ujar Ardian, Selasa (24/3/2026).

"Artinya, sudah nyaris 90 ribu kendaraan roda empat, baik yang naik ke Puncak maupun yang turun, tercatat lewat tol."

Nah, angka 89 ribu itu pun sebenarnya belum gambaran utuh. Itu cuma mobil yang terpantau lewat gerbang tol. Bisa jadi, jumlah sebenarnya lebih banyak lagi kalau kita hitung kendaraan yang lewat jalur lain.

Gara-gara kepadatan ini, polisi terpaksa memberlakukan sistem satu arah atau one way sampai dua kali dalam sehari. Menurut Ardian, paginya one way diterapkan untuk arus menuju Puncak. Giliran siang, dibalik untuk kendaraan yang turun ke arah Jakarta.

Rekayasa pagi itu berlangsung dari pukul setengah tujuh sampai menjelang siang. Dalam rentang waktu itu saja, lalu lintas yang masuk dan keluar tol sudah mencapai 42 ribu kendaraan. Cukup gila, kan?

"Lalu, saat kami terapkan one way turun dari Puncak ke Jakarta, datanya yang terkumpul sampai jam sepuluh malam mencapai 46 ribu kendaraan," jelas Ardian.

Dari situ terlihat, arus turun ke Jakarta ternyata lebih padat. Makanya, one way untuk arus turun ini dipaksakan berjalan lama, nyaris sembilan jam. Bayangkan, seharian penuh jalur itu hanya dipakai untuk satu arus. Itu gambaran betapa ruwetnya situasi di sana.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar