WASHINGTON Keraguan Presiden Donald Trump terhadap kepemimpinan Iran saat ini terasa begitu gamblang. Ia menyangsikan apakah negara itu benar-benar dipimpin oleh Mojtaba Khamenei, putra kedua mendiang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Alasan utamanya sederhana: Trump mengaku belum pernah mendengar pernyataan langsung apa pun dari sosok tersebut.
"Tidak ada yang mendengar kabar tentang Pemimpin Tertinggi, putranya yang kedua. Tidak ada seorang pun. Kami belum mendengar kabar dari putranya," ujar Trump, seperti dikutip dari laporan Selasa (24/3/2026).
Kekosongan informasi itu bahkan membuatnya bertanya-tanya. Trump melanjutkan, dia bahkan tidak tahu apakah Mojtaba masih hidup atau tidak. Situasinya memang terasa aneh, mengingat posisi strategis yang diemban.
Di sisi lain, Trump tampaknya lebih percaya dengan sosok lain yang sedang bernegosiasi dengan AS untuk mengakhiri perang. "Kita berurusan dengan orang yang saya yakini paling dihormati," katanya, tanpa menyebut nama secara spesifik.
Menurutnya, kondisi Iran yang sedang sulit akibat serangan militer AS membuat posisi pemimpin menjadi tidak menarik. Siapa pun, pikir Trump, pasti akan berpikir ulang.
"Tidak ada yang menginginkan tugas itu saat ini. Anda tahu, tidak ada yang benar-benar menantikan untuk menjadi kepala negara," tuturnya. Pernyataan itu menggambarkan asumsinya tentang betapa beratnya beban yang harus ditanggung siapapun yang memimpin Teheran di tengah tekanan seperti sekarang.
Artikel Terkait
Hendropriyono Puji Kinerja Bappisus Mampu Urai Masalah Bangsa yang Membelit
Indonesia dan Filipina Teken Kerja Sama Strategis Nikel, Kuasai 73,6 Persen Produksi Global
Kemenkes Audit Dokter Pendamping Internship di Jambi Buntut Meninggalnya dr Myta Aprilia Azmi
Bulog Sederhanakan Kemasan Beras Bantuan Pangan Akibat Harga Bahan Baku Plastik Naik