Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri punya cerita menarik soal penanganan bencana. Pengalamannya itu ia bagi saat memberi pengarahan kepada relawan Baguna PDIP di Jakarta International Equestrian Park, Jakarta Timur, Jumat lalu. Salah satu hal yang ia soroti adalah soal bantuan logistik, terutama mi instan.
Megawati teringat masa ia masih menjabat wakil presiden. Suatu kali, ia diajak melihat sebuah gudang penyimpanan bantuan bencana. Isinya? Hanya tumpukan mi instan. Ia pun mengernyit.
"Gudang isinya hanya mi. Lah ko mi, mau bikin mi gimana ya," ujarnya.
"Mi instan karena kalau mi semua, kembung perut orang," lanjut Megawati.
Ia lantas memaparkan problem praktisnya. Menurutnya, situasi di lapangan seringkali jauh lebih rumit daripada sekadar membagikan bantuan kemasan. "Terus mi mau diapakan? Mikir dong, kalau mau diberi air, jadi mi rebus. Jadi mesti ada untuk merebusnya. kan harus ada api, padahal dalam keadaan bencana kering. Bencana kering itu kebakaran dan sebagainya," tambahnya.
Cerita itu bukan sekadar kelakar. Bagi Megawati, insiden itu menyadarkan satu hal penting: pentingnya memahami kebutuhan korban secara langsung, bukan sekadar menebak-nebak.
Artikel Terkait
Bencana 2026: Alarm Terakhir untuk Pendidikan Ekologi
Di Balik Trauma Child Grooming: Ancaman Bunuh Diri dan Diamnya Orang Tua
Investasi TaniHub Berujung Dakwaan: Kerugian Negara Capai Ratusan Miliar
Dokumen Epstein Bocor, Tautan Indonesian CIA dan Transaksi Properti dengan Trump Mengarah ke Hary Tanoe