Prabowo mendengarkan. Tanpa banyak kata, ia menepuk-nepuk pundak sang kakek. Sebuah gestur sederhana yang barangkali lebih bermakna dari seribu janji. Di tengah reruntuhan dan lumpur, ada momen hening yang bicara banyak.
Namun begitu, tak semua sudut penuh duka. Di ruang lain, tawa anak-anak justru pecah. Prabowo menyambangi posko trauma healing, tempat anak-anak korban bencana diajak bermain dan melupakan sejenak trauma. Begiau masuk, menyapa, dan langsung disambut sorak riang.
Antusiasme mereka jelas terlihat. Prabowo pun larut, menyalami dan berbincang ringan dengan para bocah. Ruangan yang semula untuk belajar itu, seketika berubah jadi tempat penghiburan yang cair dan penuh senyum.
Kunjungan kerja itu tak berhenti di posko pengungsian saja. Usai dari SD Negeri 5 Kayu Pasak, rencananya Prabowo akan melanjutkan peninjauan ke lokasi hunian sementara (huntara). Tempat itu disiapkan untuk warga yang benar-benar kehilangan tempat tinggal, sebagai bantuan jangka menengah sebelum mereka bisa benar-benar pulang. Perjalanan masih panjang, dan hari itu Presiden ingin melihat sendiri persiapannya.
Artikel Terkait
AS dan Iran Siap Berunding di Istanbul di Tengah Ketegangan yang Meningkat
Bencana 2026: Alarm Terakhir untuk Pendidikan Ekologi
Di Balik Trauma Child Grooming: Ancaman Bunuh Diri dan Diamnya Orang Tua
Investasi TaniHub Berujung Dakwaan: Kerugian Negara Capai Ratusan Miliar