JAKARTA – Polri lewat Divisi Hubungan Internasionalnya (Hubinter) membantah kabar yang beredar soal paspor ganda milik buronan kasus korupsi minyak mentah, Mohammad Riza Chalid. Menurut mereka, MRC cuma punya satu paspor: paspor Indonesia. Soal keberadaannya, pihak kepolisian mengaku sudah mengetahuinya.
“Yang bersangkutan sejauh ini hanya memiliki satu paspor yaitu paspor Indonesia dan untuk keberadaan, dari awal kami sudah mengetahui,” jelas Sekretaris NCB Hubinter Polri, Brigjen Untung Widyatmoko, dalam keterangannya kepada media, Senin (2/2/2026).
Di sisi lain, Untung juga menepis kekhawatiran bahwa penerbitan Red Notice Interpol justru akan memberi kesempatan Riza Chalid untuk kabur. Anggapan itu sama sekali tidak tepat.
Justru sebaliknya. Dengan adanya red notice yang berlaku di 197 negara anggota Interpol, ruang gerak pelaku bakal makin sempit. “Tentunya untuk ruang gerak dari subjek ini sangat terbatas,” tegas Untung.
Perlu diingat, Riza Chalid sudah ditetapkan Kejagung sebagai tersangka. Dia diduga terlibat dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah bersama delapan orang lainnya.
Menurut penjelasan Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Abdul Qohar, dalam konferensi pers Kamis (10/7/2025) lalu, Riza disebut bersekongkol dengan beberapa pihak. Mereka adalah Hanung Budya (HB), Alfian Nasution (AN), dan Gading Ramadhan Joedo (GRJ).
“Tersangka MRC melakukan perbuatan secara bersama-sama dengan tersangka HB, AN, dan GRJ secara melawan hukum untuk menyepakati kerja sama penyewaan Terminal BBM Tangki Merak,” papar Qohar saat itu.
Intinya, Polri merasa langkah mereka dengan red notice ini justru akan mempersulit pelaku, bukan malah memberi celah. Mereka yakin, jaringan internasional Interpol akan membatasi setiap langkah Riza Chalid.
Artikel Terkait
Kanwil DJP Jabar I Blokir 275 Rekening 174 Wajib Pajak dengan Tunggakan Rp224,6 Miliar
Menkeu Bantah Pelemahan Rupiah Akibat Kebijakan Fiskal, Sebut Pengelolaan Keuangan Negara Justru Jadi Motor Pertumbuhan
Kemenhub Mulai Uji Coba Penertiban Truk ODOL pada 1 Juni 2026
Israel Serang Beirut untuk Pertama Kali Sejak Gencatan Senjata, Targetkan Komandan Hizbullah