Isu lingkungan di Sumatera, terutama soal banjir dan longsor, masih terus bergulir. Banyak yang menyoroti deforestasi sebagai biang keroknya. Konversi hutan jadi kebun sawit sering disebut-sebut memicu bencana itu.
Namun begitu, di tengah sorotan itu, Presiden Prabowo Subianto justru mendorong penanaman kelapa sawit di Papua. Tujuannya untuk menghasilkan Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Dan juga nanti kita berharap di daerah Papua pun harus ditanam kelapa sawit supaya bisa menghasilkan juga BBM dari kelapa sawit,”
Demikian arahan Prabowo dalam pertemuan dengan kepala daerah se-Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa lalu.
Langsung saja, pernyataan itu menuai kritik. Daniel Hananya Sinaga, konten kreator sekaligus pengamat jalan raya, tak sungkan menyampaikan ketidaksetujuannya.
“Kepekaan beliau ini memang minus sekali. Kok bisa hari ini beliau ngomong begitu di hadapan kepala daerah se-Papua. Padahal isu lingkungan sedang hangat-hangatnya jadi pembahasan masyarakat dalam beberapa Minggu terakhir,”
Tulis Daniel di akun Facebook-nya, Rabu kemarin. Menurutnya, ini menunjukkan kelemahan orang yang punya privilege besar sejak lahir. Kepekaan terhadap keresahan masyarakat sekitar, katanya, agak tumpul.
“Lagi panas soal bencana ekologis di Sumatera eh dia malah menggebu untuk menyulap hutan papua jadi lahan sawit dan singkong,” kritiknya lagi.
Di sisi lain, rencana Prabowo ini tak lepas dari visi besarnya. Dalam lima tahun ke depan, dia ingin seluruh daerah mencapai swasembada pangan dan energi. Impiannya, wacana ini bisa menghemat APBN hingga ratusan triliun rupiah.
“Menteri ESDM berapa impor kita BBM dari luar? Rp520 triliun, bayangkan kalau kita bisa potong setengah berarti ada Rp250 triliun apalagi kita bisa potong Rp500 triliun,” jelasnya.
“Rp500 triliun itu berarti tiap Kabupaten bisa punya kemungkinan bisa punya satu triliun tiap Kabupaten,” tambah Prabowo, menggambarkan potensi anggaran yang bisa dialihkan.
Artikel Terkait
Cuaca Sulawesi Selatan Sabtu Berawan, Hujan Ringan-Sedang Berpotensi di Sejumlah Daerah
Mensos Bantah Ada Kebocoran Anggaran Sepatu Rp700 Ribu per Pasang di Program Sekolah Rakyat
Polisi Tangkap Pembegal Dua Tenaga Kesehatan di Jeneponto saat Sedang Minum Tuak
Ekonom UGM: Indonesia Bisa Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS, Malaysia Sudah Contoh