Pertemuan yang cukup mengejutkan terjadi Jumat malam lalu (30/1). Presiden Prabowo Subianto ternyata mengundang dan bertemu dengan sejumlah tokoh yang selama ini kerap dianggap berseberangan dengan pemerintah. Undangannya langsung, dan pertemuan itu berlangsung di rumah pribadinya di kawasan Kertanegara, Jakarta.
Di antara yang hadir adalah Abraham Samad, mantan Ketua KPK. Menurut Samad, ada sekitar tujuh orang yang diundang. Ia masih ingat beberapa nama, seperti peneliti politik BRIN Siti Zuhro dan mantan pejabat BUMN Said Didu.
Rupanya, undangan itu disampaikan lewat Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Intinya, Prabowo ingin ngobrol dan berdiskusi dengan mereka.
Nah, salah satu peserta, Muhammad Said Didu, kemudian menceritakan detil pertemuan itu lewat akun X-nya. Ia membeberkan poin-poin penting dari pertemuan yang berlangsung hampir empat jam itu.
Banyak pihak bertanya terkait pertemuan kami dengan Bpk Presiden @prabowo tgl 30 Jan 2026, ini penjelasan singkat :
1) Pertemuan berlangsung jam 17.00 – 20.45
2) Bpk Presiden mempresentasikan sendiri terkait berbagai kebijakan strategis untuk percepatan perbaikan bangsa – walau didampingi oleh sekitar 10 orang staf “kepercayaan” – tapi Bpk Presiden presentasikan sendiri.
3) Diskusi sangat dinamis dan Bpk Presiden mendengarkan dengan baik dan berdiskusi terhadap banyak isu strategi dan “sensitif” demi perbaikan bangsa ke depan.
4) Kami “menyepakati” bahwa agenda dan program pengembalian kedaulatan negara dan rakyat harus jadi prioritas, serta pemberantasan korupsi, pengembalian sumber daya alam dll.
5) Issu- issu strategis dan sensitif seperti Reformasi Polri, BoP (Board of Peace) Gaza juga dibahas serta isu-isu lainnya. Ini menunjukkan bhw Bapak Presiden @prabowo sangat terbuka untuk berdiskusi.
6) Setelah pertemuan tersebut, kami akan “beroposisi” kepada pihak-pihak yang menghalangi agenda pengembalian kedaulatan politik, ekonomi, hukum, sumber daya alam, dan kedaulatan wilayah yang telah “direbut” oleh Oligarki bersama antek-anteknya.
Terima kasih kepada Bpk Presiden @prabowo atas penerimaannya dan berkenan berdiskusi dengan kami.
Jadi, lewat cuitan panjangnya, Said Didu menggambarkan diskusi yang dinamis dan langsung dipimpin Prabowo. Topiknya berat-berat, mulai dari reformasi Polri sampai soal perdamaian Gaza. Yang menarik, di poin terakhir, mereka menyatakan akan "beroposisi" bukan kepada pemerintah, melainkan kepada pihak-pihak yang dianggap menghalangi agenda pemulihan kedaulatan.
Pertemuan ini tentu saja mengundang tanya. Apa artinya? Sebuah pembukaan dialog, atau mungkin sinyal politik baru? Waktulah yang akan menjawab.
Foto atas: Abraham Samad bersama sejumlah tokoh lain dalam sebuah audiensi di KPK pada akhir 2024.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu