Di Stadion Gelora Kie Raha, Sabtu malam lalu, suasana haru tak terelakkan. Malut United harus mengakui keunggulan Bhayangkara FC dengan skor 1-2. Kekalahan di kandang sendiri ini bukan cuma pukulan buat Laskar Kie Raha, tapi juga mengacak-acak peta persaingan di papan atas BRI Super League 2025/2026. Celah terbuka lebar, terutama buat Persebaya Surabaya yang kini punya peluang lebih besar buat mengejar ketat Persib Bandung dan Persija Jakarta.
Di laga pekan ke-19 itu, koleksi poin Malut tertahan di angka 37. Mereka masih bertengger di peringkat keempat, tapi rival di atasnya bisa makin menjauh. Bhayangkara, di bawah asuhan Paul Munster, main efektif. Moussa Sidibe membuka keunggulan di menit ke-22, disusul Moises Wolschick yang menggandakan di menit 52. David Da Silva sempat bikin jantung penonton berdebar dengan gol balasan di menit 70, tapi itu cuma jadi penyemangat akhir. Hasilnya tetap tak berubah.
Pelatih Malut United, Hendri Susilo, tak menyembunyikan kekecewaannya. Ia mengakui rencana permainan yang disusun timnya gagal total di lapangan.
“Tentu kami kecewa. Game plan yang kami siapkan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Tapi ini bukan akhir, kami akan evaluasi dan fokus ke laga berikutnya,” ujarnya usai pertandingan.
Secara statistik, performa Malut memang jauh dari memuaskan. Di babak pertama, mereka cuma melepaskan dua tembakan dan tak satupun mengarah ke gawang. Babak kedua lebih dominan dengan 69% penguasaan bola, sayangnya efektivitas tetap jadi masalah besar. Mereka kesulitan membongkar pertahanan Bhayangkara yang rapat.
Hendri pun tak berdalih. Ia mengaku bertanggung jawab penuh atas hasil ini.
Gelandang anyar mereka, Lucas Cardoso, yang baru saja menjalani debut, juga merasakan hal serupa. Ada kekecewaan, tapi ia memilih untuk segera melupakannya.
“Kami harus melupakan kekalahan ini dan fokus ke pertandingan selanjutnya,” kata Cardoso singkat.
Dan ujian berikutnya datang cepat. Jumat depan, 6 Februari, Malut harus bertandang ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api untuk berjumpa Persib Bandung. Laga ini jelas krusial, bukan cuma buat Malut, tapi juga bakal pengaruh banget dinamika papan atas.
Apalagi, Persib sendiri sedang dalam kondisi percaya diri. Mereka baru saja mengamankan tiga poin usai menaklukkan Persis Solo 1-0 di Stadion Manahan. Gol tunggal Andrew Jung lewat tandukan di menit ke-39 memastikan Pangeran Biru tetap kokoh di puncak.
Nah, kombinasi antara kemenangan Persib dan kekalahan Malut ini bikin peta persaingan makin seru. Persebaya Surabaya, yang sebelumnya agak tertinggal, kini dapat angin segar buat mendekat ke Persib dan Persija. Sekaligus, tekanan buat Malut United di posisi keempat makin berat.
Di fase kompetisi yang udah masuk titik kritis kayak gini, satu kekalahan emang punya efek berantai. Bagi Malut, tumbang di Ternate bukan cuma soal kehilangan tiga poin. Lebih dari itu, mereka kehilangan momentum di tengah persaingan elite yang makin sengit dan tak kenal ampun.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares