SURABAYA Bagi Bernardo Tavares, laga Persebaya kontra Dewa United nanti malam jelas lebih dari sekadar perburuan tiga angka. Ada beban pribadi yang ingin ia lepaskan. Saat masih menangani PSM Makassar dulu, tim asal Banten ini kerap jadi momok yang sulit ditaklukkan. Nah, Minggu (1/2) di Stadion Gelora Bung Tomo ini, ia dapat kesempatan untuk membalikkan semua itu.
“Mereka punya kekuatan finansial yang besar, nilai pasar pemainnya termasuk yang tertinggi,” ujar Bernardo dalam konferensi pers.
Suaranya datar, tapi maksudnya jelas. Untuk menang, Persebaya harus benar-benar kompak.
Namun begitu, di balik kata-kata strategis itu, terselip catatan buruk yang mengganggu. Sejak April 2023, Persebaya tak pernah sekalipun menang atas Dewa United. Rekor serupa juga melekat pada diri Bernardo semasa di PSM. Sekarang, di bawah naungan Bajol Ijo, ia punya peluang emas untuk memutus rantai kekalahan itu sekali untuk selamanya.
“Kalau kami mau ubah situasi, ya harus tampil kuat di lapangan. Fokus itu kunci, baik saat bawa bola maupun tidak,” tegas pelatih asal Portugal itu.
Menurutnya, gap kualitas di BRI Super League 2025/2026 sekarang ini sudah tidak terlalu lebar. Pertandingan sering kali ditentukan hal-hal kecil. Konsentrasi yang buyar sesaat, atau disiplin yang turun di menit-menit krusial, bisa berakibat fatal. Ia secara khusus mewanti-wanti soal sektor final third lawan, yang dihuni pemain-pemain berbahaya.
Artikel Terkait
Arsenal Hajar Leeds 4-0, Akhiri Tren Buruk di Puncak Klasemen
Kekalahan Malut United di Ternate Guncang Papan Atas Super League
PSM Makassar Terjepit: Trucha Berjibaku Lawan Semen Padang yang Berubah Total
Imbang Lawan Irak, Timnas Futsal Indonesia Pastikan Tiket Juara Grup