Prabowo Tolak Usulan Bencana Nasional, Janji Bangun 2.000 Rumah untuk Korban Sumatera

- Senin, 15 Desember 2025 | 16:30 WIB
Prabowo Tolak Usulan Bencana Nasional, Janji Bangun 2.000 Rumah untuk Korban Sumatera

Di hadapan sidang kabinet yang lengkap, Presiden Prabowo Subianto mengungkap adanya desakan kuat untuk menetapkan bencana di Sumatera sebagai Bencana Nasional. Angka korban jiwa di tiga provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh telah menyentuh lebih dari seribu orang. Sebuah situasi yang tentu saja memilukan.

Namun begitu, Prabowo memulai penjelasannya dengan cerita lain. Ia mengaku mendapat banyak sekali telepon dari pemimpin negara-negara sahabat. Mereka menawarkan bantuan untuk menangani musibah ini.

"Saya ditelepon banyak kepala negara ingin berikan bantuan," ujarnya di Istana Negara, Senin lalu.

Lalu ia menambahkan, "Saya bilang terima kasih concern Anda, kami mampu. Indonesia mampu mengatasi ini."

Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan. Menurutnya, situasi saat ini sudah bisa dikatakan terkendali. Ia pun berjanji akan terus memantau proses pemulihan pascabencana.

"Ada yang teriak-teriak ingin ini dinyatakan Bencana Nasional," kata Prabowo, menyiratkan tekanan yang datang.

Tapi ia lantas memaparkan alasan pemerintah. "Kita sudah kerahkan, ini 3 provinsi dari 38 provinsi. Jadi situasi terkendali, saya monitor terus."

Rencana jangka pendek dan menengah sudah disiapkan. Pemerintah, sambungnya, akan segera membentuk sebuah badan atau satgas khusus. Tugasnya fokus pada rehabilitasi dan rekonstruksi.

"Dan kita sudah merencanakan segera kita akan bentuk, apakah kita namakan Badan atau Satgas Rehabilitasi Konstruksi, kita ingin membangun huntara dan hunian tetap," jelas Prabowo.

Aksi nyata bahkan akan dimulai pekan ini. Tak tanggung-tanggung, targetnya adalah membangun ribuan rumah untuk para korban di tiga provinsi yang porak-poranda akibat banjir dan tanah longsor.

"Mulai minggu ini kita udah mulai bangun 2.000 rumah," tegasnya.

Ia menggarisbawahi bahwa pembangunan harus berjalan cepat, tanpa hambatan birokrasi. "Kemungkinan rumah ini bisa dibangun rumah tetap, nanti semua unsur kerja sama. Jangan alasan lahan dan segala macamnya, pakai lahan milik negara yang ada," tutup Prabowo, mengakhiri penjelasannya dengan nada tegas.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar