Di sisi lain, Gus Ipul justru mendapat inspirasi dari aksi solidaritas yang datang dari komunitas disabilitas sendiri. Saat bencana melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera, mereka bergerak.
“Para penyandang disabilitas urunan untuk membantu warga yang terkena dampak korban (bencana) di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Terkumpul 200 juta rupiah. Luar biasa untuk itu saya apresiasi,”
Cerita ini, baginya, adalah bukti nyata. Narasi tentang disabilitas harus diubah total.
“Para penyandang disabilitas pun berusaha untuk memberikan bantuan sesuai dengan kemampuannya. Kemudian menghadirkan negara di lingkungan penyandang disabilitas. Mengubah narasi dari belas kasihan ke kesetaraan dan pengakuan atas hak,”
tutupnya. Pesannya jelas: negara harus hadir penuh. Bukan dengan rasa kasihan, tapi dengan komitmen kuat pada kesetaraan dan pengakuan hak asasi setiap warga negara.
Artikel Terkait
Kapolri Sigit Tolak Penempatan di Bawah Kementerian, Ada Apa di Baliknya?
Ustaz Abdul Somad Tekankan Adab dan Kompetensi di Kuliah Umum UIKA Bogor
Gus Ipul Bocorkan Anggaran Rp 4 Triliun untuk Program Baru Sekolah Rakyat
Anggaran Pasca-Bencana Kosong, Menteri PU Didesak Bentuk Direktorat Khusus