Saya Lebih Baik Jadi Petani! – Kapolri Tolak Keras Wacana Polri Dibawah Kementerian

- Senin, 26 Januari 2026 | 16:35 WIB
Saya Lebih Baik Jadi Petani! – Kapolri Tolak Keras Wacana Polri Dibawah Kementerian

Di ruang rapat Komisi III DPR, Senayan, suasana sempat tegang. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan suara lantang menegaskan penolakannya. Ia tak mau Polri ditempatkan di bawah kementerian. Institusinya, tegas dia, harus tetap berada langsung di bawah komando Presiden.

"Saya minta seluruh jajaran laksanakan ini," seru Sigit, "perjuangkan sampai titik darah penghabisan."

Pernyataan tegas itu ia sampaikan pada Senin (26/1/2026), di penghujung rapat kerja. Sebelumnya, Sigit mengawali dengan ucapan terima kasih kepada sejumlah fraksi DPR yang mendukung posisi Polri saat ini.

Namun begitu, nada bicaranya berubah. "Mohon maaf Bapak-Bapak Ibu-Ibu sekalian," katanya. "Kami tentunya institusi Polri menolak kalau sampai ada usulan Polri berada di bawah kementerian khusus."

Bagi Sigit, posisi saat ini adalah yang paling ideal. "Kita bisa menjadi alat negara yang betul-betul memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Menurut analisisnya, posisi di bawah Presiden justru mempermudah kepala negara. Lain cerita jika Polri masuk dalam kementerian khusus. Situasi itu malah berpotensi menciptakan 'matahari kembar' dua pusat komando yang bisa bikin ribet.

"Di satu sisi kita betul-betul bisa berada langsung di bawah Bapak Presiden," paparnya. "Sehingga pada saat Presiden membutuhkan kami, maka kami bisa bergerak tanpa harus ada kementerian-kementerian... Ini menimbulkan potensi matahari kembar menurut saya."

Yang menarik, Sigit juga membocorkan percakapan pribadinya. Rupanya, ada sejumlah pihak yang menawarinya jabatan menteri kepolisian jika nanti formatnya berubah.

"Jadi kalau tadi saya harus memilih," ucap Sigit, "karena beberapa kali ada yang menyampaikan, 'Kapolri sudah 5 tahun, 5 tahun'. Kalau saya harus memilih, dan kemarin sudah saya sampaikan bahkan ada beberapa orang yang menyampaikan kepada saya lewat WA, 'Mau ndak Pak Kapolri jadi menteri kepolisian'."

Jawabannya? Tegas dan tanpa basa-basi.

"Dalam hal ini saya tegaskan di hadapan Bapak-Bapak Ibu-Ibu sekalian dan seluruh jajaran, bahwa saya menolak polisi di bawah kementerian. Dan kalaupun saya yang menjadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja."

Kalimat terakhirnya itu langsung disambut gemuruh tepuk tangan dari para anggota dewan yang hadir.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar