Indonesia Resmi Gabung Dewan Perdamaian, Iuran Dialokasikan untuk Gaza

- Selasa, 27 Januari 2026 | 18:20 WIB
Indonesia Resmi Gabung Dewan Perdamaian, Iuran Dialokasikan untuk Gaza

Di kompleks parlemen Jakarta, Selasa lalu, Menteri Luar Negeri Sugiono memberikan penjelasan mengenai keputusan Indonesia terkait Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Intinya, Indonesia memilih untuk ikut serta. Menurut Sugiono, iuran yang nantinya dikumpulkan akan dialokasikan, salah satunya, untuk membangun kembali Gaza yang porak-poranda.

“Presiden memutuskan untuk ikut partisipasi,” tegasnya.

Ia lalu melanjutkan dengan penjelasan yang lebih rinci. “Jadi gini, ini bukan membership fee biasa. Kalau kita lihat kronologinya, pembentukan Board of Peace ini sebenarnya adalah sebuah upaya untuk menyelesaikan situasi di Gaza, khususnya Palestina. Termasuk di dalamnya ya upaya rekonstruksi itu.”

Nah, di sinilah poin pentingnya. Rekonstruksi membutuhkan dana yang tidak sedikit. Lantas, dari mana sumber dananya?

“Terus rekonstruksi ini siapa yang bayar? Uangnya dari mana? Dananya dari mana?” ujar Sugiono, mengulang pertanyaan yang mungkin ada di benak banyak orang. “Karena itu, anggota-anggota yang diundang itu diajak untuk berpartisipasi di situ.”

Partisipasi itu tentu bukan tanpa imbalan. Ada benefit yang didapat.

“Yang tentu saja, ada keuntungan lain, yaitu merupakan anggota tetap,” tambahnya.

Namun begitu, Menlu menegaskan bahwa tidak ada paksaan atau kewajiban mutlak bagi negara peserta untuk membayar. Pada dasarnya, semangat dari dewan ini sendiri adalah perdamaian. Ia menuturkan, kehadiran BoP memang lahir dari sebuah cita-cita mulia.

“Karena Board of Peace ini sendiri lahir dari upaya untuk menciptakan perdamaian di Gaza dan Palestina,” sebut Sugiono, menegaskan kembali tujuan utamanya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar