Petarung MMA keturunan Indonesia, Bilal Hasan, akan menghadapi atlet asal India, Mridul Saikia, dalam ajang Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 pekan pertama di UFC Apex, Las Vegas, Amerika Serikat, pada Rabu, 12 Agustus 2026 pukul 06.00 WIB. Laga kelas terbang ini menjadi momentum penting bagi Bilal untuk meraih kontrak dari Ultimate Fighting Championship (UFC) dan mengikuti jejak Jeka Saragih yang telah lebih dulu menembus panggung MMA paling bergengsi di dunia.
Bilal, yang berusia 25 tahun, sempat memperlihatkan aksi provokasi saat sesi penimbangan badan. Ia pura-pura menawarkan salaman kepada Saikia, tetapi membatalkannya untuk merapikan rambut. Saikia menanggapinya dengan tawa dan kemudian berpose bersama. Pertarungan ini juga membawa misi pribadi bagi Bilal untuk membalaskan kekalahan Jeka Saragih yang sebelumnya ditundukkan petarung India, Anshul Jubli, pada laga final Road to UFC.
"Ini akan menjadi India vs Indonesia 2, tapi kali ini Indonesia akan menang! Insya Allah," kata Bilal.
Bilal mengantongi rekor tidak terkalahkan 8-0 sejak debut profesionalnya pada Desember 2022, dengan enam kemenangan knockout dan satu laga tanpa keputusan. Untuk meningkatkan performa, petarung kelahiran Oahu, Hawaii, yang berlatih di Charlie's Combat Club Washington ini juga berguru gulat dan pertarungan bawah kepada mantan juara UFC, Demetrious Johnson.
"Jeka sudah membuka jalan [di UFC] dan saya akan mengikuti jejaknya serta menjadi lebih baik. Insya Allah satu hari nanti saya akan melakukannya dengan baik," ujar Bilal.
Bilal menilai DWCS sebagai ajang yang memberikan ruang bagi para petarung untuk menunjukkan perjalanan mereka. "Saya suka DWCS karena di sini, UFC membuatkan cerita untuk semua petarung," katanya. Ia menambahkan bahwa kesempatan tampil di ajang tersebut menjadi momen tepat untuk memperkenalkan warisan budaya Indonesia kepada penonton di Amerika Serikat.
"Mereka suka cerita petarung datang mencoba mencari jalan mereka ke UFC," tutur Bilal.
Kehadiran Bilal di ajang internasional ini diharapkan mampu memberikan rasa bangga bagi keluarga dan masyarakat pendukungnya. "Jadi, DWCS keren sekali karena bikin storyline, mereka menunjukkan siapa Anda, apa yang Anda wakili, jadi sangat berarti buat saya, keluarga, dan sisi Indonesia," ujarnya.
Rasa bangga terhadap Tanah Air juga ditunjukkan Bilal lewat kebiasaan rutin mengonsumsi nasi dan menyaksikan film aksi Indonesia sebelum bertanding. "Saya bisa menunjukkan sisi Indonesia saya kepada orang-orang Amerika yang banyak sekali menonton Contender Series," katanya. Selain itu, ia memiliki ritual khusus dengan mendengarkan musik tertentu sebelum laga. "Harus dengar lagu Michael Jackson. Saya suka sekali Michael Jackson. Sebelum bertanding saya selalu mendengarkan Michael Jackson, lagu Billie Jean," tuturnya.
Asupan cairan juga menjadi perhatian utama Bilal. "Harus minum kopi, banyak air. Gampang," ujarnya. Tontonan film aksi yang dibintangi aktor laga Tanah Air juga menjadi penambah motivasi. "Salah satu film favorit saya adalah The Raid. Biasanya sebelum pertarungan, saya menonton film itu juga. Saya suka The Raid yang pertama," katanya. Pengalaman menonton film tersebut menginspirasinya untuk mendalami pencak silat di masa mendatang. "Pencak silat? Belum, tetapi saya ingin mempelajarinya," ujarnya. Ia pun ingin mengikuti jejak aktor utama film laga kesukaannya. "Saat ini saya pernah melakukan taekwondo, kickboxing, tinju, gulat, jiu jitsu. Tetapi suatu hari nanti saya ingin belajar pencak silat. Saya ingin seperti Iko Uwais," katanya.
Di sisi lain, Mridul Saikia datang dengan rekor sembilan kemenangan dan satu kekalahan. Satu-satunya kekalahan atlet berjuluk The Crusher itu terjadi saat takluk dalam 37 detik dari Agulali Lali pada Road to UFC Mei 2025. Pertemuan Bilal dan Saikia menjadi laga ketiga dalam susunan lima partai yang dihadirkan DWCS Season 10 pekan pertama di Las Vegas.
Artikel Terkait
Joe Kropschot Menang Mutlak di Laga Pembuka Contender Series 2026