Di ruang rapat Komisi VIII DPR, Senayan, Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul membeberkan rincian anggaran kementeriannya untuk tahun 2026. Angka yang disebutkan cukup besar. Pagu awalnya mencapai Rp 84,4 triliun.
Tapi, ada penyesuaian.
“Sehingga pagu efektif Kementerian Sosial tahun anggaran 2026 menjadi sekitar Rp 83,7 triliun,” ujar Gus Ipul, Selasa (27/1) lalu.
Penyesuaian itu muncul karena pemerintah harus mengalihkan dana lebih dari Rp 665 miliar. Dananya dipakai untuk penanganan pascabencana di Sumatera, sesuai direktif Presiden.
Nah, dari angka efektif itu, ada satu pos yang menarik perhatian. Gus Ipul menyebut alokasi lebih dari Rp 4 triliun khusus untuk operasional program baru bernama Sekolah Rakyat. Anggaran sebesar itu masuk dalam pos perlindungan sosial yang dikelola Sekretariat Jenderal.
“Untuk perlindungan sosial di sini, Rp 4 triliun lebih ini sebenarnya adalah untuk operasional Sekolah Rakyat,” jelasnya.
Program ini memang jadi prioritas baru Kemensos. Payung hukumnya sudah ada, berupa Peraturan Presiden yang katanya sudah selesai. Kehadiran program baru ini ternyata bakal berdampak pada internal kementerian.
Menurut Gus Ipul, akan ada penyesuaian struktur organisasi dan tata kerja (SOTK).
“Pertama nanti akan ada perubahan SOTK, karena menyesuaikan dengan hadirnya Sekolah Rakyat dan lain sebagainya. Perpres-nya sudah selesai dan akan kami tindak lanjuti dalam beberapa bulan ke depan,” paparnya.
Jadi, selain menyiapkan dana triliunan, Kemensos juga bersiap mengubah kerangka kerjanya. Semuanya untuk mendukung program prioritas yang satu ini.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu