Di ruang rapat Komisi VIII DPR, Senayan, Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul mengakui satu hal. Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), fondasi penyaluran bansos, bukanlah sesuatu yang statis. Data itu hidup, bergerak, dan terus berubah.
“Untuk 100 persen akurat rasanya tidak mungkin,” ujar Gus Ipul dalam rapat kerja itu, Selasa (27/1).
“Setiap hari kan ada yang meninggal, ada yang lahir. Ada yang menikah, pindah rumah, atau bahkan naik dan turun kelas secara ekonomi. Semua itu mempengaruhi data.”
Menurutnya, dinamika kehidupan masyarakat inilah yang membuat pemutakhiran data harus dilakukan terus-menerus. Tak heran, Kementerian Sosial rutin berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memperbarui DTSEN. Prosesnya berjalan berkala, mengejar ketertinggalan dari realita yang bergulir setiap hari.
Konsekuensinya jelas. Penerima bantuan sosial berpotensi besar berubah-ubah seiring waktu. Kondisi sebuah keluarga bisa saja membaik di satu periode, lalu terseok di periode berikutnya.
“Sekarang sangat mungkin penerima manfaat itu berubah-ubah,” jelas Gus Ipul.
Artikel Terkait
Polemik Ijazah Jokowi Berujung Laporan Polisi: Eggi Sudjana Laporkan Roy Suryo
Pengawal Presiden Ditegur Wartawan di Inggris, Netizen Soroti Budaya Main Usir di Dalam Negeri
Di Balik Pencabutan Izin Pasca Banjir: Wartawan Senior Pertanyakan Agenda Terselubung
Ombak Tiga Meter, Nelayan Semarang Terjepit Antara Risiko dan Isi Perut