“Triwulan pertama dapat, triwulan kedua tidak, triwulan ketiga bisa dapat lagi. Semua tergantung kondisi sosial ekonomi masing-masing keluarga penerima manfaat.”
Di sisi lain, di balik tantangan pemutakhiran ini, ada harapan besar. Gus Ipul berpendapat bahwa keberadaan data tunggal ini justru bisa mengakhiri kekacauan lama: tumpang tindih data dalam penyaluran bansos yang kerap jadi keluhan.
“Dengan data tunggal ini, kita harapkan intervensi pemerintah menjadi lebih terintegrasi,” katanya.
“Ego sektoral bisa dikurangi karena semua menggunakan data yang sama.”
Pada akhirnya, impiannya sederhana tapi penting. Penyatuan data ini diharapkan membawa penyaluran bansos dan program perlindungan sosial lainnya ke arah yang lebih tepat. Lebih mengena ke sasaran yang benar-benar membutuhkan. Itu tujuan utamanya.
Artikel Terkait
Gus Ipul Bocorkan Anggaran Rp 4 Triliun untuk Program Baru Sekolah Rakyat
Anggaran Pasca-Bencana Kosong, Menteri PU Didesak Bentuk Direktorat Khusus
Anggota Polda DIY Dijerat Laporan Pacar Usai Dugaan Cekik dan Seret ke Kamar
TNI Pacu Pemulihan Sumatera, Fokus pada Daerah yang Masih Terpuruk