“Triwulan pertama dapat, triwulan kedua tidak, triwulan ketiga bisa dapat lagi. Semua tergantung kondisi sosial ekonomi masing-masing keluarga penerima manfaat.”
Di sisi lain, di balik tantangan pemutakhiran ini, ada harapan besar. Gus Ipul berpendapat bahwa keberadaan data tunggal ini justru bisa mengakhiri kekacauan lama: tumpang tindih data dalam penyaluran bansos yang kerap jadi keluhan.
“Dengan data tunggal ini, kita harapkan intervensi pemerintah menjadi lebih terintegrasi,” katanya.
“Ego sektoral bisa dikurangi karena semua menggunakan data yang sama.”
Pada akhirnya, impiannya sederhana tapi penting. Penyatuan data ini diharapkan membawa penyaluran bansos dan program perlindungan sosial lainnya ke arah yang lebih tepat. Lebih mengena ke sasaran yang benar-benar membutuhkan. Itu tujuan utamanya.
Artikel Terkait
Mabes TNI Mutasi 35 Perwira, Brigjen Tagor Rio Pasaribu Jadi Aster Kaskogabwilhan II
Jadwal Imsak dan Salat di Surabaya 17 Maret 2026 Pukul 04.09 WIB
PSM Makassar Terancam di Papan Tengah Klasemen Liga 1 2025/2026
Polisi Berlutut di Jalan, Redam Konflik Massa di Manggarai