“Triwulan pertama dapat, triwulan kedua tidak, triwulan ketiga bisa dapat lagi. Semua tergantung kondisi sosial ekonomi masing-masing keluarga penerima manfaat.”
Di sisi lain, di balik tantangan pemutakhiran ini, ada harapan besar. Gus Ipul berpendapat bahwa keberadaan data tunggal ini justru bisa mengakhiri kekacauan lama: tumpang tindih data dalam penyaluran bansos yang kerap jadi keluhan.
“Dengan data tunggal ini, kita harapkan intervensi pemerintah menjadi lebih terintegrasi,” katanya.
“Ego sektoral bisa dikurangi karena semua menggunakan data yang sama.”
Pada akhirnya, impiannya sederhana tapi penting. Penyatuan data ini diharapkan membawa penyaluran bansos dan program perlindungan sosial lainnya ke arah yang lebih tepat. Lebih mengena ke sasaran yang benar-benar membutuhkan. Itu tujuan utamanya.
Artikel Terkait
Pemerintah Gelar Sidang Isbat Awal Syawal 1447 H pada 19 Maret 2026
Dua Perempuan Tewas Tertindas Truk Tronton di Jalan Nasional Mojoagung
IHSG Terkikis 1,61%, Analis Proyeksikan Koreksi Bisa Lanjut ke Level 6.745
Hetifah Sjaifudian Tegaskan AI Hanya Alat Bantu, Bukan Pengganti Jurnalis