MRT Bekasi Mulai Bergerak, Pengadaan Tahap Pertama Dimulai Tahun Ini

- Selasa, 27 Januari 2026 | 18:24 WIB
MRT Bekasi Mulai Bergerak, Pengadaan Tahap Pertama Dimulai Tahun Ini

Proyek MRT jalur Bekasi, atau yang dikenal sebagai Lintas Timur-Barat, akhirnya mulai bergerak. PT MRT Jakarta memastikan bahwa fase 1 tahap 1 proyek ini akan masuk tahap pengadaan sepanjang tahun ini. Kabar ini tentu jadi angin segar bagi warga yang menanti konektivitas transportasi massal yang lebih luas.

Jalur pertama yang akan dibangun membentang dari Tomang di Jakarta hingga Medan Satria di Bekasi. Deponya sendiri akan berada di Rorotan, Jakarta Utara. Artinya, meski namanya jalur Bekasi, pengerjaan awal masih berkonsentrasi di wilayah DKI.

Menurut Direktur Konstruksi MRT Jakarta, Weni Maulina, persiapan proyek ini sudah digulirkan sejak akhir tahun lalu. Mereka telah melakukan market sounding dan melibatkan sejumlah kontraktor besar, termasuk dari Jepang.

"Khususnya dari Jepang maupun dengan internasional lainnya, dan Insyaallah kita sudah memulai tender pengadaannya di tahun ini,"

Ungkapan itu disampaikan Weni di kantor pusat MRT Jakarta, Sudirman, Selasa (27/1) lalu.

Panjang ruas awal ini sekitar 24,5 kilometer dari Tomang ke Medan Satria. Ditambah lagi dengan jalur menuju Depo Rorotan yang sekitar 5,7 kilometer. Jadi totalnya cukup signifikan.

Kalau lihat peta rencananya, lintasan ini akan memadukan dua jenis konstruksi: layang dan bawah tanah. Bagian elevated atau layang akan membentang dari Tomang hingga Medan Satria, melewati sejumlah titik seperti Grogol, Pulo Gadung, hingga Cakung Barat.

Di sisi lain, bagian underground atau bawah tanah akan fokus di pusat kota. Lintasannya dimulai dari Roxy, lalu ke Cideng, masuk ke kawasan Thamrin, dan berakhir di Senen.

"Jadi yang warna hijau-hijau ini, ini nanti ruasnya akan menjadi ruas elevated. Sementara yang warna biru, ini nanti yang menjadi area section underground bawah tanah, jadi dari arah Roxy CP102, sampai dengan Cideng ini 103, lalu masuk ke Thamrin ke Kwitang,"

jelas Weni lebih lanjut.

Untuk tahun ini, fokus utama memang pada proses pengadaan. Salah satu paket yang sudah masuk lelang adalah CP100, yaitu paket pekerjaan persiapan di berbagai titik sepanjang jalur fase 1.

"Jadi gambaran pelaksanaannya untuk di tahun ini kita fokus pada pengadaan, namun demikian memang untuk satu paket pertama tadi, CP100 ini akan kita mulai di tahun ini, sekitar bulan Mei,"

lanjutnya.

Tak hanya CP100, beberapa paket lain juga ditargetkan segera dikontrak tahun ini. Di antaranya CP109 untuk Depo Rorotan dan CP104. Targetnya, proses award atau pemberian kontrak untuk paket-paket itu bisa segera diselesaikan.

Dukungan pendanaan untuk proyek ambisius ini juga terlihat. Pemerintah mengalokasikan hibah sebesar Rp 2,61 triliun di APBN 2026 untuk pembangunan MRT Jakarta. Angka itu melonjak signifikan dibanding outlook tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, rencana MRT Timur-Barat ini memang mega proyek. Koridor yang direncanakan akan membentang sepanjang 84 kilometer, dari Balaraja di Tangerang hingga Cikarang di Bekasi. Pengerjaannya dibagi menjadi empat tahap besar, dengan fase 1 tahap 1 yang sedang dibicarakan ini sebagai langkah pertama.

Pendanaan hibahnya bersumber dari pinjaman JICA, dengan pelaksanaan yang sudah berjalan sejak 2009 dan ditargetkan hingga 2034. Provinsi DKI Jakarta bertindak sebagai penerima hibah, sementara Ditjen Perkeretaapian Kemenhub menjadi pelaksana teknisnya. Perjalanan masih panjang, tapi setidaknya sekarang sudah ada titik terang.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar