Polisi tak henti-hentinya menekan praktik judi online. Gempuran terhadap apa yang kerap disebut 'judol' ini memang sedang digencarkan. Dari sisi angka, hasilnya cukup mencengangkan. Ratusan ribu situs telah diblokir, sementara ratusan kasus berhasil dibongkar aparat.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan capaian itu dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Senin lalu. Menurutnya, upaya penegakan hukum di ranah siber ini membuahkan hasil yang signifikan.
“Selanjutnya penegakan hukum di tindak pidana siber. Kita berhasil mengungkap 665 perkara, menetapkan 741 tersangka, menyita aset senilai Rp 1,5 triliun, memblokir 5.961 rekening dan 241.013 situs konten judi online, serta melaksanakan 1.614 kegiatan preventif,”
Jelas Sigit di hadapan para anggota dewan.
Faktor Pengangguran dan Tantangan Lintas Negara
Namun begitu, Sigit juga mengakui bahwa persoalannya tak sederhana. Judol kian menjamur di masyarakat, dan ada beberapa faktor yang mendorong hal itu. Salah satunya adalah kondisi ekonomi, termasuk tingkat pengangguran.
Di sisi lain, tantangan terbesar justru datang dari sifatnya yang lintas batas. Regulasi dan sistem keuangan yang berbeda di tiap negara membuat pelacakan transaksi jadi sangat rumit. Pencucian uang pun mengikuti pola yang kompleks.
“Tantangan terkait dengan pemberantasan, ini karena di masing-masing negara memiliki legalitas yang berbeda-beda,”
ungkapnya. Polri menemukan pola layering transaksi yang melibatkan banyak rekening, tak terkecuali rekening di luar negeri dan perusahaan cangkang.
Jerat Pencucian Uang dan Optimisme Penindakan
Meski berliku, upaya pemberantasan terus dioptimalkan. Fokusnya tak hanya pada judinya, tapi juga jerat tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang mengikutinya. Beberapa pengungkapan terbaru menunjukkan hal ini.
“Termasuk juga kita melakukan berbagai macam upaya untuk mengungkap TPPU. Beberapa waktu yang lalu kita berhasil menyita Rp 530 miliar uang, dan juga mengungkap judi online di beberapa kegiatan,”
kata Sigit.
Ia kemudian merinci beberapa kasus. Penangkapan tiga tersangka di kasus Slot Bola 88, dan pengungkapan platform judol H5Win, adalah sebagian dari upaya itu. Penyitaan aset ratusan miliar rupiah juga terus dilakukan.
Jadi, meski tantangannya berat dan pola kejahatannya terus berkembang, Polri memastikan bahwa operasi pembersihan ini akan tetap berjalan. Targetnya jelas: memutus mata rantai judi online dan aliran dana haram yang menyertainya.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Jusuf Kalla Sebut Ada Gerakan Terpola di Balik Pemotongan Video Ceramah Mati Syahid
IHSG Terus Terkoreksi ke 7.072, Sinyal Rebound Jangka Pendek Mulai Terlihat
KPK Endus Oknum Klaim Bisa Atur Perkara di Kasus Korupsi Bea Cukai
Mayjen TNI Y Rudy Sulistyanto Masuk Bursa Calon Kuat Panglima Korps Marinir