MilkLife Soccer Challenge Malang Cetak Rekor Partisipasi, Dijuluki Hari Kelahiran Sepak Bola Wanita
Head Coach MilkLife Soccer Challenge (MLSC), Timo Scheunemann, mengaku sangat gembira dengan sambutan luar biasa pada seri perdana turnamen di Malang. Antusiasme tinggi yang ditunjukkan oleh hampir dua ribu peserta membuatnya yakin bahwa kota ini akan menjadi pencetak bintang masa depan sepak bola wanita Indonesia.
Gelaran perdana MLSC Malang berhasil menarik perhatian 1.918 siswi yang berasal dari 120 SD dan MI di wilayah Malang dan sekitarnya. Jumlah partisipan yang fantastis ini menjadi dasar optimisme Timo Scheunemann.
Menurutnya, tingginya animo ini berakar dari budaya dan fanatisme masyarakat Malang terhadap sepak bola yang telah mengakar kuat. Sebagai seorang yang telah lama tinggal di Malang, Timo memahami betul karakteristik kota ini.
"Saya sebagai bagian dari Malang merasa luar biasa senang akhirnya MLSC hadir di kota ini, sebuah kota dengan sejarah panjang dalam sepak bola Indonesia. Antusiasmenya sungguh di luar dugaan, termasuk lokasinya di Stadion Gajayana yang merupakan salah satu stadion tertua di Indonesia," ujar Timo Scheunemann di Stadion Gajayana, Malang.
Ia menambahkan, "Malang memang sudah terkenal sejak dulu karena kecintaan masyarakatnya pada sepak bola sangat besar. Buktinya langsung terlihat di seri pertama ini, langsung diikuti lebih dari 120 sekolah. Kami sangat mengapresiasi hasil kerja keras semua pihak yang terlibat."
Rasa optimisnya tidak berhenti di situ. Timo meyakini bahwa gelaran MLSC ini akan menjadi katalisator bagi lahirnya talenta-talenta baru sepak bola wanita tingkat nasional yang berasal dari Malang. Keyakinannya ini juga didukung oleh fakta bahwa selama kompetisi sepak bola wanita sempat vakum, Malang masih memiliki Arema FC Women yang tetap konsisten beraktivitas.
Timo Scheunemann bahkan menyebut event MLSC Malang ini sebagai momen bersejarah. "Sekarang ini bisa dikatakan sebagai hari kelahiran sepak bola putri di Malang. Saat ini kita benar-benar membangun fondasinya dari tingkat paling dasar," jelas pelatih yang pernah menangani Timnas Wanita U-16 tersebut.
Ia menegaskan, "Kami membangun dengan metode yang tepat dari dasar, sehingga ketika nanti para pemain ini masuk ke tingkat yang lebih tinggi seperti Hydroplus U-15 dan U-18, kualitas teknik dan mental mereka sudah sangat mumpuni dan siap bersaing."
Artikel Terkait
Hingga Akhir Mei 2026, 13,59 Juta SPT Tahunan Masuk, Karyawan Mendominasi
Penjualan Tiket Kereta Api Tembus 1,3 Juta Selama Libur Panjang Iduladha dan Hari Lahir Pancasila
Puncak Arus Balik Libur Idul Adha, 41 Ribu Penumpang Kereta Tiba di Jakarta
Pemakaman Militer Ryamizard Ryacudu Berlangsung Khidmat di TMP Kalibata, Menhan Sjafrie Pimpin Upacara Penghormatan Terakhir