Pojok Literasi PIK2: 120 Anak Tangerang Semangat Membaca dan Berimajinasi
Marketing Gallery Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) pada Selasa (4/11/2025) ramai oleh keceriaan 120 anak-anak. Mereka hadir untuk mengikuti acara Pojok Literasi Bersama Kak Rara, sebuah program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) dari PIK2.
Pojok Literasi adalah program unggulan pilar pendidikan yang dijalankan secara berkelanjutan oleh tim Community Development PIK2. Program ini digagas oleh Agung Sedayu Group (ASG) dengan Kak Rara sebagai ikonnya.
Kegiatan ini mengusung tema 'Membaca, Membuka Gerbang Imajinasi' dalam rangka memperingati Bulan Bahasa 2025. Pesertanya berasal dari tiga desa di Kabupaten Tangerang, yaitu Desa Muara (Kecamatan Telukanaga), Desa Sukawali (Kecamatan Pakuhaji), dan Desa Pekayon (Kecamatan Sukadiri).
Suasana Marketing Gallery yang biasanya tenang berubah menjadi ruang imajinasi yang hidup. Tawa riang anak-anak berbaur dengan semilir angin laut, menciptakan atmosfer yang penuh semangat dan kreativitas.
Antusiasme terpancar jelas dari wajah semua peserta. Mereka terlibat aktif dalam berbagai aktivitas seperti membaca, mewarnai, dan bernyanyi. Setiap kegiatan dirancang untuk membangun jembatan menuju cita-cita dan wawasan yang lebih luas.
Estate Management Director ASG, Restu Mahesa, hadir langsung dan memberikan sambutan hangat. "Hari ini kita semua ingin berbagi pengalaman supaya adik-adik bisa banyak belajar lagi," ujarnya.
Acara semakin meriah dengan penampilan anak-anak di tiga titik Pojok Literasi. Mereka dengan percaya diri membacakan cerita, menari, dan bernyanyi, menunjukkan keberanian dan bakat yang mereka miliki.
Kehadiran Kak Tony dan Cihuy menambah keceriaan dengan lagu dan cerita yang menghibur. Tak ketinggalan, Advertising & Promotion Director ASG Miranda DWK dan Direktur Sales & Marketing PIK2 Lucia Aditjakra juga turut membaur, berinteraksi, dan membagikan hadiah kepada anak-anak.
Program Pojok Literasi ini merupakan wujud komitmen nyata CSR PIK2 di tiga desa tersebut. Fokusnya tidak hanya pada penyediaan buku, tetapi juga pada pembangunan pengalaman dan karakter.
Program ini bertujuan untuk menanamkan cinta pada pengetahuan. Literasi di sini dimaknai sebagai cara untuk memperluas pandangan dan meyakinkan setiap anak bahwa masa depan dapat diraih melalui belajar dan keberanian untuk bermimpi.
Dari ruang kecil bernama Pojok Literasi, lahir generasi yang percaya diri, berani bermimpi, dan gigih meraih cita-citanya. Setiap buku yang dibaca adalah jendela dunia, dan pada hari itu, 120 jendela kecil terbuka lebar menuju masa depan yang lebih cerah.
Restu Mahesa pun berinteraksi langsung dengan anak-anak, menanyakan kesenangan mereka selama mengikuti kegiatan. "Kita jalan-jalan, kita belajar. Adik-adik senang atau enggak?" tanyanya, yang langsung dijawab dengan sorakan "Senang!" yang menggema.
Artikel Terkait
Dokter Tifa Tuding Beredarnya Enam Versi Ijazah Jokowi Sebagai Ilusi Transparansi
Gala CCTV Soroti Ambisi China Kuasai Pasar Robot Humanoid Global
Kelenteng Toasebio Siapkan Ritual dan Buka 24 Jam Sambut Imlek 2026
106 Ribu Peserta BPJS PBI Penderita Penyakit Katastropik Kembali Aktif