Tak hanya soal substansi pekerjaannya, detail aksi Zita pun dikritik habis-habisan. Ada yang menyoroti cara kerjanya yang dianggap sekadar formalitas.
“Udah? cuman 1 meter doang nyeroknya? itupun lumpurnya lu pepetin lagi ke tembok, nggak bikin bersih juga tu lantai,” sindir seorang netizen dengan nada geram.
Di sisi lain, di balik kontroversi itu, Zita sebenarnya sedang menjalankan tugas resmi. Ia bertugas sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata yang ditugaskan mengantarkan bantuan logistik dari Presiden Prabowo Subianto untuk korban bencana di Sibolga dan Tapanuli Tengah.
Bantuan itu diterbangkan pakai pesawat Hercules dari Jakarta. Setelah penerbangan sekitar tiga jam, rombongan langsung turun ke lokasi untuk menyalurkan bantuan. Kehadirannya membersihkan lumpur, dalam konteks ini, adalah bagian dari kunjungan kerja itu.
Hingga kini, perdebatan di dunia maya masih berlanjut. Terbelah. Sebagian memandang aksinya sebagai bentuk empati yang tulus, turun langsung merasakan kesulitan warga. Tapi bagi sebagian lainnya, ini tetap dianggap sebagai drama simbolik yang justru mengalihkan perhatian dari akar masalah yang seharusnya diselesaikan lewat kebijakan.
Bagaimanapun, Zita sudah berada di sana. Di tengah lumpur dan rumah yang porak-poranda, ia menunjukkan diri. Apakah itu cukup? Jawabannya, seperti biasa, tergantung dari sisi mana Anda melihatnya.
Artikel Terkait
Genangan Lutut Masih Selimuti Daan Mogot, Pengguna Jalan Diminta Cari Jalur Lain
Jakarta Siaga Awas, Hujan Ekstrem Diprediksi Berlanjut hingga Akhir Januari
Korban Terakhir Kecelakaan Maut Adamuz Akhirnya Ditemukan, Korban Tewas Genap 45 Jiwa
Prabowo di Davos: Tanpa Pendidikan yang Memadai, Negara Bisa Gagal