PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) punya angin segar untuk masa depannya. Perusahaan ini memproyeksikan pendapatan bakal melonjak pada 2026. Apa penyebabnya? Proyek pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) Tomoni dipastikan mulai beroperasi komersial di tahun tersebut.
Targetnya cukup ambisius. Manajemen ARKO membidik kontribusi pendapatan sekitar Rp140 miliar dari PLTM Tomoni di tahun depan. Angka itu jauh mengungguli kontribusi yang selama ini diberikan oleh PLTM Kukusan II.
“Perseroan menargetkan kontribusi pendapatan dari proyek Tomoni pada 2026 sekitar Rp140 miliar,”
Begitu penjelasan resmi perusahaan dalam keterbukaan informasi ke BEI, Senin (19/1/2025), merespons permintaan klarifikasi bursa.
Operasi komersial Tomoni sendiri dijadwalkan mulai pada kuartal II-2026. Dengan kapasitas lebih besar dan waktu operasi di pertengahan tahun, proyek ini jelas akan jadi penopang utama kinerja ARKO ke depan. Harapannya sih, bisa jadi mesin pertumbuhan baru.
Kalau kita lihat ke belakang, untuk proyek Kukusan II, ARKO memilih peralatan dari Voith Hydro asal Jerman. Perusahaan teknologi global ini punya nama besar dengan pengalaman lebih dari satu setengah abad di bidang turbin dan generator.
Namun begitu, untuk Tomoni, pilihannya berbeda. Pemasok peralatan utamanya adalah Flovel Energy Private Limited dari India. Flovel ini juga bukan pemain baru; mereka sudah berkecimpung lebih dari 50 tahun dan punya rekam jejak ratusan proyek hidro di berbagai negara, khususnya untuk skala kecil dan menengah.
"Berdasarkan pengalaman dan rekam jejak global Voith Hydro, Perseroan mempercayakan penyediaan peralatan power house untuk proyek Kukusan II kepada perusahaan tersebut,"
Jelas manajemen soal alasan pemilihan mitra.
Performa ARKO hingga kuartal III-2025 sebenarnya sudah cukup solid. Mereka membukukan laba bersih Rp47,7 miliar, naik 17,5 persen dari periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp40,6 miliar. Angka itu setara dengan laba bersih per saham sebesar Rp16,44.
Jadi, semua mata kini tertuju pada realisasi proyek Tomoni. Jika berjalan sesuai rencana, lonjakan pendapatan di 2026 bukan sekadar wacana.
Artikel Terkait
IHSG Diprediksi Terkoreksi, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham Buy on Weakness
Wall Street Lesu di Awal Pekan, Investor Waspadai Negosiasi AS-Iran hingga Keputusan Suku Bunga The Fed
Pendiri Garudafood Borong 20 Juta Saham GOOD Senilai Rp6,24 Miliar
PT Asri Karya Lestari Tbk Gelar RUPST dan RUPSLB, Sahkan Perubahan Susunan Direksi dan Pengendali Baru