Namun begitu, untuk Tomoni, pilihannya berbeda. Pemasok peralatan utamanya adalah Flovel Energy Private Limited dari India. Flovel ini juga bukan pemain baru; mereka sudah berkecimpung lebih dari 50 tahun dan punya rekam jejak ratusan proyek hidro di berbagai negara, khususnya untuk skala kecil dan menengah.
"Berdasarkan pengalaman dan rekam jejak global Voith Hydro, Perseroan mempercayakan penyediaan peralatan power house untuk proyek Kukusan II kepada perusahaan tersebut,"
Jelas manajemen soal alasan pemilihan mitra.
Performa ARKO hingga kuartal III-2025 sebenarnya sudah cukup solid. Mereka membukukan laba bersih Rp47,7 miliar, naik 17,5 persen dari periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp40,6 miliar. Angka itu setara dengan laba bersih per saham sebesar Rp16,44.
Jadi, semua mata kini tertuju pada realisasi proyek Tomoni. Jika berjalan sesuai rencana, lonjakan pendapatan di 2026 bukan sekadar wacana.
Artikel Terkait
Perusahaan Singapura Incar Saham Pengendali Produsen Sprei Soraya
Industri Guncang, Pasokan Gas Murah Tersendat di Jantung Produksi
Menteri Keuangan: IHSG Tembus Rekor, Rupiah Akan Menyusul
Tiga Nama Calon BI Bocor, Salah Satunya Keponakan Prabowo